JIC, Aceh — Saat kunjungannya ke Indonesia, Wakil Perdana Menteri Turki, Fikri Isik memberikan pidato singkat kepada jemaah shalat Jumat (13/10/2017) di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Aceh.
Dalam pidatonya yang disampaikan dalam bahasa Turki yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, Fikri menyampaikan salam dari seluruh rakyat Turki dan Presiden Turki Erdogan kepada jemaah.
Di sela-sela pidatonya, terdengar beberapa kali kalimat takbir diucapkan para jemaah kala Fikri menyebut hubungan antara Turki dengan Aceh.
“Ada sebuah kata bagus dari Maulana Jalaluddin Rumi. Dia berkata yang penting bukan bahasa tapi bahasa dari hati,” ujar Fikri.
Bahkan saat dirinya shalat di Masjid Istiqlal, ia merasa hal yang sama dengan shalat di Masjid Baiturrahman. “Semua Muslim adalah saudara,” pekiknya.
Dia menjelaskan masyarakat Turki akan berusaha mengikuti jejak pendahulu mereka dalam hal berhubungan dengan Aceh. Mereka akan peduli terhadap tanah Rencong.
“Kepedulian yang diperlihatkan kakek kami dulu kepada kalian, kami akan berusaha mengikuti jejak kakek kami,” kata dia.
Dalam kunjungannya ke Tanah Rencong tersebut, Fikri bersama sejumlah rombongan dari Turki akan mengikuti sejumlah kegiatan termasuk bertemu dengan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf. Selain Wakil PM, dalam rombongan ikut juga Dubes Turki untuk RI, Mehmet Kadri Sander Gürbüz dan delegasi lainnya.
Selain menghadiri berbagai kegiatan di Aceh, rombongan dari Turki juga akan berkunjung ke Museum Tsunami/PLTD Apung/Kuburan Massal dan ke rumah bantuan Turki.
Sebelumnya, Dubes Turki untuk Indonesia, Mehmet Kadri Sander Gürbüz melakukan kunjungan kerja ke Aceh pada Senin (19/06/2017). Dalam kunjungan pertamanya itu, Mehmet disambut oleh Gubernur Aceh, dr Zaini Abdullah saat itu, di Pendapa Gubernur, Banda Aceh.
Kunjungan Fikri Isik beserta rombongan dari Turki ke Aceh juga menjadi kunjungan bersejarah untuk membina kembali hubungan baik antara Turki dan Aceh. Sebagai buah tangan, Pemerintah Aceh berencana untuk memberikan lada sicupak dan sebilah siwah, berupa pedang Aceh, kepada Fikri Isik.
Lada sicupak merupakan simbol kerjasama dua kerajaan besar masa lalu yaitu Turki Utsmani dan Aceh Darussalam. Saat itu kerajaan Aceh menjadikan komoditi lada sebagai rempah khas Aceh untuk ditukarkan dengan barang dari Turki seperti senjata dan lain-lain.
Sumber ; gomuslim.co.id












