KRITERIA PENDERITA COVID-19 YANG PERLU DIBAWA KE RUMAH SAKIT (1)

Ilustrasi. Kapan dan seperti apa kriteria penderita Covid-19 yang perlu dilarikan ke rumah sakit? (iStockphoto/juanrvelasco)

Jakarta, JIC — readyviewed Lonjakan kasus Covid-19 selama beberapa waktu belakangan ini membuat sejumlah ruang perawatan rumah sakit (RS) penuh. Tak ayal, banyak beberapa penderita Covid-19 tanpa gejala atau bergejala ringan untuk menjalani perawatan dengan isolasi mandiri (isoman).

Lalu, kapan dan seperti apa kriteria penderita Covid-19 perlu dilarikan ke rumah sakit?

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memaparkan kriteria penderita Covid-19 yang perlu dibawa ke rumah sakit.

“Untuk yang isolasi mandiri dan punya gejala, ada komorbid, saturasi di bawah 95 persen, lalu sudah mulai sesak itu [perlu] dibawa ke rumah sakit,” kata Budi dalam keterangan pers secara daring pada Senin (21/6).

 

Sementara yang tanpa gejala dan gejala ringan, Budi menyarankan untuk menjalani isolasi mandiri di rumah atau isolasi terpusat di tempat seperti Wisma Atlet.

“Ini agar tidak terekspos terhadap konsentrasi virus yang tinggi di rumah sakit dan juga membebaskan rumah sakit untuk benar-benar merawat orang-orang yang sudah [bergejala] sedang dan gawat,” tambahnya.

Senada dengan keterangan Menteri Kesehatan, sebelumnya dokter spesialis paru, Jaka Pradipta mengungkapkan bahwa ketika mendapati hasil PCR positif Covid-19 tidak perlu panik. Jika mengalami gejala ringan, maka cukup jalani perawatan di rumah.

Namun, jika mulai merasakan gejala seperti lemas hingga mengalami sejumlah komplikasi lain maka perlu segera pergi ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit.

“Bapak ibu yg terhormat, bila sudah mengalami kondisi lemas, saturasi [oksigen] turun ke 93 persen, dan komplikasi lainnya, langsung pergi ke IGD RS, jangan coba telepon-telepon mencari rujukan, karena akan dibilang penuh. Langsung menuju IGD untuk mendapat perawatan kegawatdaruratan,” demikian keterangan Jaka di Twitter.

 

Saat ini CNNIndonesia.com masih mencoba menghubungi dokter spesialis paru, Jaka Pradipta untuk memberi pemaparan lebih lanjut.

Sumber : cnnindonesia.com

 

Jakarta Islamic Centre

Read Previous

DAFTAR ALAT KESEHATAN YANG DIPERLUKAN SAAT ISOLASI MANDIRI (2)

Read Next

KRITERIA PENDERITA COVID-19 YANG PERLU DIBAWA KE RUMAH SAKIT (2)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

seventeen − nine =