MENU SAJIAN MAULID NABI MUHAMMAD DI MAROKO

epa07177853 Moroccans take part in a procession marking the 1448th anniversary of the birth of the Prophet Muhammad, at what is known in Arabic as ‘the Prophet’s birthplace’ in Sale, Morroco, 19 November 2018. Mawlid of Prophet Muhammad is observed on the 12th day of Rabi al-Awwal (The third month of the Islamic calander) in Sunni Islam which is expected to be on 20 November 2018 and 17th day in Shiite Islam. Mawlid is celebrated for a week by decorating the streets, making local sweets called Halawet al-Mawlid (Mawlid’s candy), and gathering to tell stories and learn from the life of Prophet Muhammad. EPA-EFE/JALAL MORCHIDI

Menu Sajian Maulid Nabi Muhammad di Maroko. Foto ilustrasi: Warga Maroko mengambil bagian dalam prosesi yang menandai peringatan 1448 kelahiran Nabi Muhammad (Maulid Nabi) di Maroko, (19/11).      Foto: EPA-EFE/JALAL MORCHIDI

Maulid Nabi Muhammad diperingati oleh Muslim di Maroko.

JIC, RABAT — Selain Idul Fitri dan Idul Adha, di beberapa negara Maulid Nabi dirayakan dengan meriah oleh umat Islam.

Mereka akan mengenang kembali tujuan penyebaran Islam, membaca syair, dan shalawat. Seperti lebaran, Maulid nabi juga merupakan hari libur tersendiri dan  Maroko memiliki kebiasaan budaya paling menonjol.

Perayaan di Maroko berbeda-beda setiap wilayah. Terutama hidangan khusus yang disajikan saat Maulid Nabi tiba.

Beberapa hidangan maulid Nabi yang disajikan oleh muslim Maroko di antaranya:

Pertama, Assida terbuat dari tepung semolina, air, dan garam. Lebih enak lagi jika dicampur dengan madu dan mentega

Assida (bubur semolina), adalah menu sarapan wajib saat maulid tiba. Kota Fez, Meknes, Rabat, dan kota lainnya biasa menyajikan semangkuk assida. Keluarga di negara Arab dan di negara-negara Maghreb lainnya seperti Tunisia dan Aljazair juga sering menyajikan assida.

Dikatakan bahwa assida adalah hidangan favorit Nabi Muhammad (SAW). Karena itu, sering ditempatkan di tengah meja.

Kedua, Harira Ouarguia juga terbuat dari tepung semolina, tetapi dibumbui dengan merica, bawang merah, minyak, dan seledri.

Harira Ourguia sebagian besar disajikan di wilayah Draa-Tafilelt di Maroko timur, tetapi juga ditemukan di wilayah lain selain jenis sup harira lainnya. Menu Harira biasa disajikan dengan pelengkap daging dan sayuran.

Ketiga, Hssaoua. Menu berupa bubur dengan pelengkap Jagung Barley dan susu. Hassoua adalah sup lezat lainnya yang disajikan tidak hanya untuk Maulid Nabi tetapi juga pada Idul Fitri dan Idul Adha.

Hassoua terbuat dari “belboula,” biji-bijian yang umum ditemukan di Maghreb. Mentega dan susu evaporasi ditambahkan untuk memberikan kualitas krim.

Sup merupakan sarapan hangat ketika hari raya, terutama saat jatuh di musim dingin, tetapi sup ini hanyalah awal makanan pembuka dari semua makanan yang tersaji di meja makan warga Maroko.

Keempat, Melwi atau “rghaif” adalah pancake bundar  asal Maroko. Kelima, Harcha, merupakan kue Maroko yang terbuat dari semolina.

Keenam, Kurma. Pada hari libur Idul Fitri, Ramadhan, dan banyak acara tradisional, kurma menjadi pusat perhatian dan hadir dalam berbagai bentuk dan jenis untuk menghiasi meja Maroko.

Ketujuh, saat jam makan siang tiba, kuskus dan rfissa tidak bisa diabaikan. Rfissa terbuat dari melwi atau roti suwir berumur sehari, ayam, lentil, dan biji fenugreek. Di samping kuskus, rfissa adalah hidangan yang sangat populer di Maroko. Biasanya disajikan pada maulid nabi.

Kedelapan, kuskus. Selain disajikan setiap hari Jumat di Maroko, kuskus menjadi menu utama makan siang pada hari raya. Kuskus adalah hidangan Afrika Utara yang biasanya terbuat dari biji-bijian gandum durum yang dihancurkan ditambah sayuran dan daging.

Kesembilan, hidangan lainnya yang biasa disajikan selama Maulid Nabi diantaranya, tajine (rebusan), sefaa (kuskus kukus dengan gula), briouate (kue puff), pastila (pai daging), dan pasta labu yang dikenal sebagai m’assla. M’assla adalah hidangan labu manis yang disajikan sebagai salad di Fez dan kota-kota lain di Maroko selama maulid nabi.

Mengenai Maulid Nabi, banyak orang Maroko melihatnya sebagai kesempatan untuk mengekspresikan pengabdian mereka kepada iman dan cinta mereka kepada nabi mereka.

Maulid nabi juga merupakan kesempatan bagi keluarga Muslim Maroko untuk berkumpul dan berbagi makanan. Banyak kota Maroko mengadakan acara dan perayaan di jalan-jalan, memainkan issawa—musik religius, terutama di kota-kota seperti Fez, Meknes, Marrakech, dan Sale.

Sumber : Republika.co.id

Jakarta Islamic Centre

Read Previous

RUNTUHNYA REZIM UMAYYAH DAN CACIAN UNTUK ALI BIN ABI THALIB (2)

Read Next

PROFIL TIGA KIAI DI BURSA KETUM PBNU: SAID, YAHYA & MARZUKI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nine + thirteen =