MENYESATKAN, AFGHANISTAN BLOKIR TIKTOK DAN PUBG

menyesatkan-afghanistan-blokir-tiktok-dan-pubg

JIC– Kementerian Komunikasi Afghanistan mengumumkan bahwa platform media sosial TikTok dan game PUBG “menyesatkan generasi muda” dan akan segera diblokir.

Kementerian menyatakan pihaknya telah memberikan perusahaan telekomunikasi Afghanistan waktu satu bulan untuk memblokir TikTok dan tiga bulan untuk memblokir PUBG.

Keputusan pemblokiran disepakati Najibullah Haqqani, Pj Menteri Telekomunikasi dan Teknologi Imarah Islam Afghanistan dan Kemendagri beserta beberapa badan pemerintah lainnya.

Seorang juru bicara Kementerian, Enayatullah Alekozai, mengatakan kepada 5Pilar bahwa aplikasi ini “menyesatkan kaum muda.”

TikTok adalah perusahaan China dan salah satu aplikasi paling populer di dunia. Ini adalah layanan hosting video pendek yang menampung konten seperti prank, aksi, trik, lelucon, tarian, dan hiburan dengan durasi dari 15 detik hingga sepuluh menit. Akses ke konten dewasa sangat mudah.

PUBG (sebelumnya dikenal sebagai PlayerUnknown’s Battlegrounds) adalah game battle royale yang dikembangkan dan diterbitkan oleh PUBG Studios di Korea Selatan. Permainan, yang terinspirasi oleh film Jepang 2000 Battle Royale, melibatkan hingga seratus pemain yang terjun payung ke sebuah pulau di mana mereka mencari senjata dan peralatan untuk membunuh pemain lain sambil menghindari terbunuh.

PUBG terjual lebih dari 75 juta kopi di komputer dan game konsol pada akhir tahun 2021, dan merupakan video game terlaris di PC dan Xbox One, dan video game terlaris kelima sepanjang masa.

Afghanistan adalah negara ketiga, setelah Pakistan dan India, yang menyatakan akan melarang PUGB.

Imarah Islam secara bertahap menindak aktivitas sosial yang dianggap tidak sesuai dengan syariah. Sebelumnya, mereka menghentikan penerbitan beberapa serial TV asing dari negara tetangga.

Perusahaan telekomunikasi di Afghanistan sebelumnya menganggap sulit untuk memblokir Tik Tok dan PUBG karena penggunaan aplikasi Virtual Private Network (VPN) yang memungkinkan pengguna menelusuri tautan dan situs web terlarang.

Sumber: Hidayatullah

Jakarta Islamic Centre

Read Previous

MUI SOSIALISASIKAN 10 FATWA TERBARU TERKAIT BISNIS SYARIAH

Read Next

MUI BANGUN JARINGAN MUJAHID DIGITAL SE-INDONESIA

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Open chat
Konsultasi Online JIC
Kirimkan pertanyaan kepada kami...