Untuk mendorong kemampuan baca tulis Al Qur’an di kalangan pelajar, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bogor, Jawa Barat berharap ada gerakan Satu Muslim Satu AlQur’an.
Ketua MUI Bogor mengaku prihatin dengan lulusan SMA saat ini yang hanya sedikit bisa baca tulis AlQur’an.
“Menurunnya jumlah lulusan SMA yang bisa baca dan tulis Alquran sangat memprihatinkan, perlu ada gerakan untuk mendorong meningkatnya kualitas pelajar bisa baca dan tulis Alquran,” kata Ketua MUI Kota Bogor, Adam Ibrahim, dalam acara Gebyar Membaca dan Menulis Alquran yang diikuti sekitar 3.000 pelajar se Kota Bogor, Ahad kemarin 10/03 seperti dikutip AntaraNews.
BOGOR, muslimdaily.net – Untuk mendorong kemampuan baca tulis Al Qur’an di kalangan pelajar, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bogor, Jawa Barat berharap ada gerakan Satu Muslim Satu AlQur’an.
Ketua MUI Bogor mengaku prihatin dengan lulusan SMA saat ini yang hanya sedikit bisa baca tulis AlQur’an.
“Menurunnya jumlah lulusan SMA yang bisa baca dan tulis Alquran sangat memprihatinkan, perlu ada gerakan untuk mendorong meningkatnya kualitas pelajar bisa baca dan tulis Alquran,” kata Ketua MUI Kota Bogor, Adam Ibrahim, dalam acara Gebyar Membaca dan Menulis Alquran yang diikuti sekitar 3.000 pelajar se Kota Bogor, Ahad kemarin 10/03 seperti dikutip AntaraNews.
Untuk itu Adam mengusulkan agar Pemerintah Kota Bogor membuat gerakan Satu Muslim Satu AlQur’an, untuk membantu meningkatkan kemampuan baca tulis Qur’an siswa di Bogor.
“Tentunya gerakan ini tidak hanya sekedar punya AlQuran saja, tapi setiap Muslim bisa membaca, dan bisa memahaminya,” tambah Adam.
Adam mendorong Gebyar membaca dan menulis Alquran yang diselenggarakan oleh Forum Umat Islam Bogor Raya dapat dilakukan secara berkelanjutan.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan langkah cukup bagus untuk mendekatkan pelajar dengan Alquran.
“Mudah-mudahan gerakan ini tidak hanya menulis, tapi juga bisa membaca Alquran dengan baik dan benar,” lanjut Adam.
Sementara itu, Asisten Administrasi Kemasyarakatan dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Bogor Edgar Suratman menyambut baik keinginan MUI Kota Bogor tersebut.
Menurut Edgar, kegiatan tersebut merupakan bentuk ajakan kepada masyarakat khususnya umat Islam agar mereka bisa menulis dan membaca Alquran dengan baik dan benar. “Kita juga mengharapkan terciptanya masyaraka Bogor yang Qurani,” katanya seperti dikutip AntaraNews.
Edgar mengaku prihatian dengan kondisi generasi muda saat ini yang banyak melupakan Alquran. Berdasarkan hasil penelitian MUI Pusat, 65 persen lulusan SMA tidak bisa membaca dan menulis AlQuran.
“Kita berharap melalui kegiatan ini masyarakat khususnya generasi muda di Kota Bogor akan tergugah sehingga mereka mau belajar menulis dan membaca Alquran,” kata Edgar.
Gebyar membaca dan menulis Alquran diselenggarakan Forum Umat Muslim Bogor Raya diikuti oleh sekitar 3.000 pelajar se Kota Bogor.
Sumber: Antara












