MUI JAKARTA GELAR SEMINAR LITERASI KEBENCANAAN

0
399
mui-jakarta-gelar-seminar-literasi-kebencanaan

JIC- Lembaga Pemulihan Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam (LPLH-SDA) Majelis Ulama Indonesia Provinsi DKI Jakarta, menggelar seminar nasional dengan tema Literasi Kebencanaan, membangun ketangguhan hadapi bencana di Hotel Sofyan Cut Meutia, Jakarta Pusat (23/10).

Acara ini dihadiri oleh Buya Risman Muchtar Ketua MUI DKI Jakarta, Dr. Arif Zulkifli, St, MM Ketua LPLH-SDH MU DKI Jakarta, Embai Suhaimi Ketua Subkelompok Kesiapsiagaan BPBD Provinsi DKI Jakarta, Andry Zulman Monongko Manager Eksternal Relation Yayasan Budha Tzu Chi Indonesia, Ika Maya Muftiyany Sekretaris Lembaga Kesehatan MUI Provinsi DKI Jakarta.

Dalam sambutannya Arif Zulkifli ketua Ketua LPLH-SDH MUI DKI Jakarta mengatakan bahwa Seminar ini merupakan kepedulian MUI DKI Jakarta terhadap bencana yang melanda khususnya di DKI Jakarta. Karena perubahan iklim saat ini menjadi salah satu isu global yang tengah mendapat perhatian serius dunia, termasuk di Indonesia lebih lagi sebentar lagi akan masuk musim hujan yang mengakibatkan banjir.

“Kegiatan seminar tentang kebencanaan, setiap lima tahun DKI Jakarta selalu dilanda banjir besar, terakhir di 2018 kemungkinan di tahun 2023/2024, saat ini kita merasakan kemarau panjang, ketika hujan dikhawatirkan Jakarta akan banjir yang sangat besar, siklusnya 5 tahun sekali, untuk itu bersama sama kolaborasi menangani masalah banjir, insyaAllah kami sudah datang silaturahim keperwakilan yang ada seperti lembaga BPPD, lebaga PMI kemudain ke yayasan budah Tsu Zie” Ujarnya

Ia menambahkan sebelumnya LPLH-SDH MUI DKI Jakarta pada tahun 2022 melaksanakan penanaman pohon sebanyak 6000 pohon di Jakarta Selatan tepatnya di setu babakan, dan rencananya tahun ini akan bekerjasama dengan PEMPROV DKI Jakarta untuk penananman pohon bersama presiden dengan tujuan meminimalisair bencana banjir sehingga masalah ini bisa diatasi “nanti kami akan bagikan bibit tanaman terutama bagi mereka warga DKI Jakarta, agar di tanam di area tempat tinggal mereka masing masing, direncanakan kurang lebih 5000 sampai 10.000 pohon untuk menangani banjir kedepan” ujar Dr. Zul sapaan akrabnya.

Senada dengan KETUM MUI DKI Jakarta Buya Risman Muchtar yang mengatakan Kita berharap Lembaga Pemulihan Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam MUI DKI Jakarta, dapat berkolaborasi untuk menghadapi masalah masalah kebencanaan khususnya di DKI Jakarta, bukan hanya sifatnya kuratif akan tetapi prefentif, pengananan adaptif dan mitigasi dan lembaga luar negri di indonseia itu diminta di tahun 2030 sudah tidak lagi menggunakan tenaga listrik batu bara, tahun 2060 emisi karbon dioksidanya 0% atau zero karbondioksida, untuk mewujudkan itu, kedepan kita menggunakan energy bersih seperti transjakarta yang menggunakan tenaga listrik dan contoh contoh lainnya.

Ia melanjutkan kedepan bantuan pemerintah seperti halnya dana hibah bisa dimanfaatkan sebaik baiknya khususnya dalam hal edukasi dan tindakan prefentif untuk pencegahan bencana dan pelestrian lingkungan hidup.

“MUI harus selalu bermitra strategis dengan pemerintah, dengan saling membantu, saling mengunjungi dan saling menasehati, kita harus kolaborasi dan inovasi, walaupun masa jabatan MUI DKI Jakarta periode ini tinggal 2 bulan lagi,” ujarnya.

“Menjelang musyda MUI DKI Jakarta, tentu harapan kita bukan hanya sekedar melaksakan dana hibah habis, kita kedepan harus menghitung apa yang bisa kita kontribusikan untuk pangsa pasar dan bermanfaat untuk warga jakarta” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here