Home News Update Islam Indonesia PERSATUAN INDONESIA TERWUJUD APABILA UMAT ISLAM BERSATU

PERSATUAN INDONESIA TERWUJUD APABILA UMAT ISLAM BERSATU

0
400

Kegiatan halaqoh kebangsaan di PP Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Minggu (7/4). Foto istimewa

JIC, KediriĀ  – Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, KH Sholahudin Wahid mengaku prihatin dengan maraknya berbagai macam berita hoaks yang bisa memecah belah umat, sehingga ditekankan bahwa persatuan Indonesia bisa terwujud apabila umat Islam bersatu.

Menurut dia, persatuan umat Islam harus segera diwujudkan secara bertahap, dimana kedua kelompok (pendukung calon Presiden nomor urut satu dan nomor urut dua) harus mulai saling jaga, saling mendekat. Hal itu dikatakannya dalam acara halaqoh kebangsaan di PP Tebuireng, Kabupaten Jombang, Minggu.

Dikatakannya, peran serta para tokoh agama, ulama, habaib, kiai, dan cendekiawan sangat besar untuk ikut serta menciptakan kedamaian terutama menjelang Pemilu 2019.

Semua pihak baik pendukung, simpatisan diharapkan bisa menggunakan bahasa yang baik dan tidak memancing berbagai masalah, mengingat semuanya ada dalam kesatuan bangsa Indonesia.

Kegiatan pertemuan para ulama tersebut sengaja diselenggarakan. Para peserta acara adalah para ulama, habaib, kiai, dan cendekiawan, termasuk tim sukses pendukung pasangan calon Presiden baik nomor urut satu dan nomor urut dua. Kegiatan ini merupakan forum peduli bangsa.

Gus Sholah, sapaan akrabnya mengungkapkan, keislaman ada dalam kehidupan bangsa Indonesia. Persatuan Indonesia juga tergantung pada persatuan umat Islam. Dalam sejarah bangsa, umat Islam dan tokohnya juga telah banyak melakukan tindakan yang berhasil menjaga persatuan Indonesia.

Misalnya, saat para tokoh Islam menyetujui penghapusan kata Syariat Islam di Piagam Jakarta. Saat itu, umat Kristen dari timur Indonesia mengaku tidak akan bergabung jika poin itu tidak dicoret, sehingga tanpa ragu tokoh Islam mencoret poin tersebut.

Selain itu, saat ada resolusi jihad pada Oktober 1945, yang mampu mendorong pemuda di Jatim untuk berjuang membantu tentara Indonesia menghadapi sekutu. Ada juga, kiai yang mengusulkan berdirinya kementerian agama yang kelak menjadi lembaga pemerintah untuk memperkuat Indonesia.

Menteri agama era dahulu, kata dia, juga membuat nota kesepahaman mendirikan madrasah sebagai nomenklatur baru pendidikan di Indonesia sebagai titik temu pendidikan Islam dan Indonesia.

Ada juga tokoh Islam, KH Muslih yang membujuk Kartosoewirjo yang berusaha mendirikan Negara Islam Indonesia (NII), namun gagal karena upaya perdamaian belum ada titik temu.

Terdapat juga saat pemberontakan PKI, umat Islam berdiri di belakang pemerintah. Ada juga tokoh Islam yang meyakinkan mantan Presiden Soeharto tentang UU Perkawinan, hingga Munas Alim Ulama NU di Situbondo pada 1983 yang menerima Pancasila sebagai satu-satunya asas, dan berbagai peristiwa lainnya.

Gus Sholah, menambahkan saat Pilkada DKI Jakarta 2017, di kedua kubu calon gubernur terdapat tokoh Islam. Tim kedua kubu saling mengejek, memaki, menghujat, dan kini menjelang Pemilu Presiden 2019, suasana gaduh juga semakin menjadi.

Bahkan, hoaks kini seakan menjadi makanan sehari-hari. Masyarakat dengan mudah tanpa berpikir menerima pesan yang diterima melalui twitter, facebookĀ dan tidak pernah untuk diperiksa lebih jauh benar atau tidaknya.

“Masyarakat tidak berpikir apakah itu menyinggung perasaan orang lain atau tidak,” kata dia.

Kedua kelompok, dikatakannya juga merasa benar dan pihak lain salah dengan argumen masing-masing. Padahal, kedua kelompok juga merasa bertindak untuk kepentingan Islam dan bangsa, serta untuk kepentingan organisasi Islam.

Untuk itu, ia meminta agar semua pihak menahan diri. Dirinya mengatakan, Allah telah membuka siapa yang akan terpilih menjadi Presiden, namun belum diketahui secara langsung oleh masyarakat, sebelum pelaksanaan pencoblosan Pemilu 2019.

“Kita serahkan semua ke Allah. Kita ternyata kurang berdaya menghadapi hiruk pikuk, umat Islam terbelah, warga NU, Muhammadiyah merenggang dan saling menjauh.

sumber : antaranews.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

one × five =