Home News Update Islam Indonesia PERSATUAN INDONESIA TERWUJUD APABILA UMAT ISLAM BERSATU (2)

PERSATUAN INDONESIA TERWUJUD APABILA UMAT ISLAM BERSATU (2)

0
386

Kegiatan halaqoh kebangsaan di PP Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Minggu (7/4). Foto istimewa

JIC, Kediri  – Masyarakat, diharapkannya menggunakan hak pilih di Pemilu 2019, sebagai wujud kepedulian dan tanggung jawab terhadap bangsa dan negara. Masyarakat juga diminta untuk menerima siapapun yang terpilih, didukung bersama. Pihak yang terpilih tidak bangga berlebihan dan yang tidak terpilih juga harus legowo, ikhlas akan ketentuan Allah.

“Kita berharap modal sosial bangsa yang dapat sembuhkan luka sosial kita yang parah. Jamiyah NU, Muhammadiyah dapat memberi sumbangsih bagi warga, bangsa, dan segala perbedaan segera diselesaikan,” kata Gus Sholah.

Sementara itu, Kepala Bidang Hukum Polda Jawa Timur Kombes Pol Arnapi yang juga hadir di kegiatan itu menambahkan hoaks sangat mengkhawatirkan, karena bisa mempengaruhi siapapun baik masyarakat yang tidak mengerti apa-apa, TNI, Polri. Jika terus digulirkan dan tidak cek, seolah menjadi pembenaran dan hal ini dinilai mengkhawatirkan.

“Berita kebohongan terus menerus, entah menyerang pihak yang kontestasi ini yang kami khawatirkan terkait kesiapan pemilu. Untuk itu, keamanan tidak terlepas dari ulama, umaro, dan juga masyarakat, dimana tiga komponen ini saling terkait. Ikatan menentukan kebangsaan dan kalau ini bergabung, bersatu padu, memahami nilai kebangsaan, perjalanan pemilu Presiden ini akan bisa berlangsung aman, damai,” kata dia.

Kebebasan Memilih
Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, memberikan kebebasan memilih bagi para santrinya dalam Pemilu 2019. Para santri diizinkan untuk tinggal di pondok maupun pulang kampung, mengingat saat pemilu berlangsung sudah memasuki libur panjang kegiatan belajar mengajar di pondok.

Mundir Pembinaan Pesantren Ponpes Tebuireng, Jombang, Lukman Hakim mengungkapkan para santri yang sudah mempunyai hak pilih di Pemilu 2019 diberikan kebebasan untuk menggunakan hak suaranya saat pencoblosan.

“Semua santri yang di atas 17 tahun, terutama anak-anak kelas tiga (SMA) hampir semuanya mempunyai hak pilih. Kami berikan kebebasan ke mereka, silakan yang memilih di TPS Tebuireng atau kembali ke kampung. Kami juga kerja sama dengan KPU untuk memberikan surat (pindah pilih),” kata Lukman.

Dikatakannya, Pemilu 2019 ini pelayanan dari KPU juga sudah jauh lebih baik. Jika pada pemilu sebelumnya pihak ponpes mengkoordinasi nama-nama yang hendak memilih lalu diajukan ke PPS, namun di pemilu ini, KPU proaktif datang ke pesantren.

Animo para santri juga baik, sebab mereka juga memahami bahwa pemilihan umum ini penting untuk masa depan bangsa. Para santri juga lebih memahami bahwa pemilu ini penting bagi masa depan bangsa.

“Saya kira santri punya kepedulian terhadap pemilu ini dan akan gunakan hak pilih sepenuhnya,” kata dia.

Untuk figur dari calon, menurut Lukman para santri tentunya sudah memahami siapa yang hendak dipilihnya. Mereka juga bebas menggunakan hak suaranya untuk memilih calon yang dinilainya terbaik.

Para santri diharapkan juga selalu mengedepankan “tabayyun” saat mendapatkan informasi apapun. Saat ini marak berbagai berita yang tidak benar atau hoaks, sehingga setiap kali ada kesempatan dalam kegiatan belajar mengajar juga disampaikan agar santri mengedepankan tabayun.

“Kalau ada sesuatu yang tidak jelas, kami meminta berhenti untuk disebarkan atau disampaikan ke yang lain. Itu tidak baik,” pungkas Lukman.

Di Kabupaten Jombang, jumlah daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2019 mencapai 1.001.817 orang. Aspirasi mereka akan disalurkan di 4.295 TPS yang tersebar di seluruh kecamatan.

KPU juga mencatat terdapat 868 orang pemilih yang terdata dalam daftar pemilih tambahan (DPTb). Data itu yang masuk terdiri dari 442 pemilih laki-laki dan 426 pemilih perempuan, dan yang memilih keluar domisili adalah 282 pemilih, terdiri dari 147 laki-laki dan 135 perempuan.

 

sumber : antaranews.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

twelve + thirteen =