Home News Update Islam Indonesia PM AUSTRALIA PUJI TOLERANSI UMAT ISLAM DI INDONESIA

PM AUSTRALIA PUJI TOLERANSI UMAT ISLAM DI INDONESIA

0
551
Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo (kedua kanan) menyaksikan penandatangan buku tamu negara oleh Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull (kedua kiri) serta istri Lucy Turnbull (kiri) saat kunjungan kerja di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (12/11). Kedatangan Malcolm Turnbull merupakan kunjungan pertama kali ke Indonesia setelah menjabat Perdana Menteri menggantikan Tony Abbott. ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma/pd/15
PM Australia Malcolm Turnbull (tengah) dan Presiden Indonesia Joko Widodo (kanan) saat berada di Australia, Ahad (26/2).

JIC, JAKARTA — Perdana Menteri Australia Malcomm Turnbull menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Samudera Hindia Rim Association di Jakarta. Turnbull mengungkapkan Indonesia adalah salah satu negara dengan penduduk mayoritas Muslim terbesar yang mampu menjaga toleransi.

Ungkapan tersebut ia lontarkan ketika ditanya apakah Indonesia akan masuk ke dalam negara yang dilarang untuk masuk ke Amerika Serikat (AS)?  Sebelumnya Presiden AS Donald Trump mengumumkan pada Senin (6/3) ada enam negara yang dilarang sementara untuk memasuki AS.

Keenam negara tersebut adalah Iran, Somalia, Sudan, Yaman, Suriah dan Libya. Sebelumnya Irak juga termasuk, namun kini sudah dihapuskan dalam perintah eksekutif terbarunya.

“Nah, ini adalah negara mayoritas Muslim terbesar dan Presiden Joko Widodo sering mengatakan, Indonesia adalah bukti bahwa Islam, demokrasi dan moderasi memiliki kecocokan,” ujarnya, seperti dikutip dari Syney Morning Herald, Selasa (7/3).

Lebih lanjut ia mengatakan, seperempat dari satu miliar Muslim tinggal di Indonesia. Dan ia mengakui Indonesia adalah sebuah negara demokrasi. Islam adalah agama mayoritas, namun warganya menerapkan sikap toleransi dan saling menghormati dan bergandengan tangan. Itu adalah contoh yang bagus untuk dunia.

Turnbull juga menekankan larangan perjalanan baru AS tersebut tidak akan mempengaruhi kesepakatan Australia dengan AS untuk mengambil pengungsi dari Pulau Manus dan pusat-pusat penahanan Nauru. “Tidak, Presiden telah setuju untuk menghormati, melanjutkan kebijakan yang telah dibuat oleh pendahulunya,” katanya.

Sumber : republika.co.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

2 × 2 =