JIC, Turki — Kepala Kantor Pemasaran HalalBooking.com, Ufuk Segin mengatakan bahwa Turki menjadi salah satu tempat tujuan wisata yang paling ramah bagi wisatawan muslim dunia saat ini. Pernyataan tersebut muncul selelah HalalBooking.com menyelenggarakan sebuah perjalanan pengenalan internasional pada 28 agen perjalanan ke daerah Antalya, sebuah tempat yang populer di Turki.
Menurutnya, daerah itu memiliki 20 hotel ramah halal bagi pelancong Muslim. Fasilitas itu membuat Antalya dianggap sebagai tujuan teramah dan terdepan di dunia untuk wisatawan sadar halal. Agen yang berpartisipasi berasal dari 10 negara, yakni, Denmark, Inggris, Belgia, Prancis, Jerman, Aljazair, Tunisia, Palestina, Lebanon, dan Turki.
Pada kegiatan itu, HalalBooking.com mengenalkan dan mengajak agen mengunjungi hotel dan atraksi di daerah tersebut. Selain itu, mereka juga diajak meninjau fasilitas dan bertemu pengelola fasilitas wisata halal. “Ini kesempatan besar untuk menunjukkan pada mitra agen afiliasi tentang perjalanan yang halal ramah,” kata Ufuk Segin seperti dilansir dari publikasi Focus on Travel News, Senin (11/12/2017).
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Turki menawarkan beberapa hotel dan resor halal terkemuka di dunia. Ia pun memastikan layanan memuaskan melayani pelancong Muslim dan non Muslim.
HalalBooking mengatur perjalanan familiarisasi dua kali dalam setahun. Saat ini memasuki tahun ketiga HalalBooking menjalankan program itu. “Kami selalu melihat peningkatan pemesanan dari agen yang berpartisipasi setelah perjalanan ini,” ujar Segin.
Pasar perjalanan halal menjadi salah satu sektor termuda dan paling dinamis di industri wisata. Pelaku usaha mengharapkan belanja pasar Muslim dari sektor perjalanan mencapai 243 miliar dolar Amerika Serikat (AS) pada 2021.
Meskipun terjadi penurunan turis mengunjungi Turki dari pasar tradisional, seperti Inggris dan Jerman, tetapi HalalBooking mengklaim mampu melipatgandakan jumlah wisatawannya. Mereka membawa pelancong ke Turki selama tahun lalu. Pertumbuhan pariwisata halal terus menguat.
Sebelumnya, World Halal Summit atau Pertemuan Halal Dunia menilai Turki mampu meraih pangsa hingga 400 miliar dolar Amerika Serikat (AS) di pasar halal global. Menurut Kepala World Halal Summit, Yunus Ete, pihaknya dapat meningkatkan pangsa pasar halal global menjadi 10 persen atau 400 miliar dolar AS dalam waktu singkat.
Ete mengatakan sektor halal dunia hampir mencapai 4 triliun dolar AS. Masing-masing, ia menjabarkan sebanyak 2 triliun dolar AS merupakan sektor keungan Islam, 1 triliun dari industri makanan halal, 250 miliar dolar AS dari wisata halal, serta sisanya adalah obat-obatan kosmetik dan tekstil. Bagian Turki dari sektor halal dunia bervariasi antara dua persen dan lima persen. Sedangkan pangsa pasar Islam sekitar 100 miliar dolar AS.
Sumber ; gomuslim.co.id












