Home News Update TABLOID INDONESIA BAROKAH: ALAMAT FIKTIF DAN OPINI MENGHAKIMI (2)

TABLOID INDONESIA BAROKAH: ALAMAT FIKTIF DAN OPINI MENGHAKIMI (2)

0
322

JIC, Jakarta,  —  CNNIndonesia.com mencoba untuk menunggu di sekitar Jalan Kirinkeman dan jalan-jalan di dekatnya, yakni Jalan Haji Gering, Jalan Pasar Kecapi, dan Jalan Raya Rawa Bacang. Selama beberapa jam, tidak ada kendaraan yang nampak membawa atau menurunkan tumpukan kertas. Bahkan, di jalan tersebut pun tidak banyak orang berlalu-lalang.

CNNIndonesia.com lantas mencoba untuk menghubungi nomor ponsel yang tercantum dalam tabloid Indonesia Barokah. Akan tetapi, nomor itu tidak aktif. Selang beberapa jam kemudian, nomor yang sama tetap tidak bisa dihubungi.

Kubu pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno merasa dirugikan oleh tabloid Indonesia Barokah.Kubu pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno merasa dirugikan oleh tabloid Indonesia Barokah. (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)

 

Alamat Plesetan

Anggota Dewan Pers Ratna Komala mengatakan pihaknya juga sudah melakukan investigasi sementara ke alamat redaksi yang tercantum dalam tabloid Indonesia Barokah.

“Ternyata alamatnya itu kayak diplesetin. Tertulis Jalan Kerenkemin tapi enggak ada. Yang ada Jalan Kirinkeman,” tutur Ratna saat dihubungi, Kamis (24/1).

Ratna mengatakan tim Dewan Pers sudah bertanya kepada warga sekitar dan Ketua RT serta Ketua RW setempat. Semuanya menjawab tidak tahu tentang keberadaan kantor redaksi Indonesia Barokah.

Tim ahli Dewan Pers masih melakukan analisis terhadap isi dari tabloid tersebut. Ratna mengatakan sudah ada beberapa temuan ganjil.

Dewan Pers, kata Ratna, menemukan bahwa tulisan yang dimuat dalam tabloid Indonesia Barokah bukan hasil peliputan. Itu semua berasal dari hasil liputan media lain yang sudah diberitakan.

“Comot sana comot sini dari liputan yang pernah ada,” ucap Ratna.

Tabloid Indonesia Barokah: Alamat Fiktif dan Opini MenghakimiGedung Dewan Pers, Jakarta. (Adhi Wicaksono)

 

Selain itu, Ratna mengatakan sejumlah tulisan dalam tabloid Indonesia Barokah mengandung opini. Tergolong tidak objektif, tidak cover both side, serta tidak ada konfirmasi.

“Ada berita atau tulisan yang kategori beropini menghakimi dan beriktikad buruk,” tutur Ratna.

Ratna mengatakan itu semua merupakan temuan dini pihak Dewan Pers. Analisis dan investigasi akan terus dilakukan terhadap tabloid Indonesia Barokah. Dalam waktu dekat, Dewan Pers akan mengeluarkan kesimpulan final.

“Dewan pers belum bisa mengatakan secara final kesimpulannya. Tapi sedang melakukan analisis isinya sambil investigasi,” kata Ratna.

Ratna juga mengatakan tidak pernah ada kelompok atas nama Indonesia Barokah yang mendaftarkan diri sebagai media massa ke Dewan Pers. Bahkan, Ratna menyebut dirinya baru mengetahui tabloid tersebut usai diberitakan sejumlah media.

Setahun lalu, sempat mencuat pula tabloid lain yang diduga partisan. Yakni, Independent Observer. Tabloid berbahasa Inggris itu cenderung memuat artikel yang memiliki nada positif bagi capres Prabowo Subianto. Partai Gerindra pun membantah pihaknya memiliki keterkaitan dengan tabloid itu.

sumber : cnnindonesia.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

seventeen + thirteen =