Home News Update Islam Indonesia TUGAS GURU PAI DI DAERAH TERPENCIL

TUGAS GURU PAI DI DAERAH TERPENCIL

0
345
Direktorat Pendidikan Agama Islam melepas 110 guru Pendidikan Agama Islam (PAI) ke daerah Terpencil, Terluar, dan Tertinggal (3T). Ratusan guru tersebut dilepas secara simbolis oleh Dirjen Pendidikan Islam, Prof Kamaruddin Amin di Tangerang, Senin (11/12) malam.

Direktorat Pendidikan Agama Islam melepas 110 guru Pendidikan Agama Islam (PAI) ke daerah Terpencil, Terluar, dan Tertinggal (3T). Ratusan guru tersebut dilepas secara simbolis oleh Dirjen Pendidikan Islam, Prof Kamaruddin Amin di Tangerang, Senin (11/12) malam.

JIC, TANGERANG — Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama, Prof Kamaruddin Amin telah melepaskan 50 guru Pendidikan Agama Islam (PAI) daerah Terpencil, Terluar, dan Tertinggal (3T) di Tangerang, Senin (11/12) malam. Puluhan guru agama yang akan berkiprah dalam program bina kawasan ini akan diterjunkan ke 25 Kabupaten yang ada dalam 19 provinsi.

Kamaruddin mengatakan, pengiriman guru agama ke daerah terpencil tersebut salah satunya untuk membentengi NKRI dan untuk menjauhkan masyarakat dari aliran radikalisme.

“Jadi ini untuk membentengi atau mengantisipasi kemungkinan adanya penetrasi dari luar misalnya radikalisme. Itu juga bisa dua tujuan sekaligus,” saat usai acara pelepasan tersebut.

Di samping itu, kata dia, memang banyak daerah tertinggal yang belum tersentuh oleh pemerintah, sehingga perlu dibantu oleh guru agama. Apalagi, menurut dia, ada beberapa daerah yang masyarakatnya belum paham sama sekali tentang agama.

Karena itu, tambah dia, dengan dikirimkannya guru agama yang mempunyai pemahaman Islam moderat ini nantinya masyarakat di daerah terpencil bisa mengamalkan ajaran Islam dengan lebih baik lagi.

“Ini kita jamin ini. Mereka adalah anak-anak santri yang kita sudah seleksi dan kami pastikan pertama mereka punya pengetahuan keagamaan yang insya Allah memadai untuk kebutuhan di desa, di daerah di mana mereka akan bekerja dan juga pemahamannya moderat,” ucapnya.

Sementara, Direktur PAI, Imam Safei mengatakan, pengiriman guru agama ini merupakan program Bina Kawasan yang baru pertama kali dilaksanakan pada 2017. Ia berharap tahun depan guru agama yang dikirimkan ke daerah terpencil bisa lebih banyak lagi.

“Corak keislaman di daerah perbatasan merupakan corak keislaman Indonesia itu sendiri. Oleh karenanya, kami merasa berkewajiban untuk memperkuat Islam yang moderat dan mengokohkan NKRI di daerah perbatasan itu,” ujar Imam.

Guru yang dikirim untuk program bina kawasan ini diambil dari lulusan yang memiliki latar belakang pendidikan pesantren dan lulusan perguruan tinggi keagamaan Islam. Mereka akan ditempatkan di 25 kabupaten daerah 3T dalam 19 provinsi.

Di antara daerah yang dituju adalah Atambua dan Rote Ndau Nusa Tenggara Timur, Nunukan Kalimantan Utara, Kepulauan Aru Maluku, Natura Kepulauan Riau, Sorong Papua Barat, Pulau Derawan dan Pulau Maratua Kalimantan Timur, Toli-Toli Sulawesi Tengah, serta sejumlah daerah tertinggal lainnya.

Selama satu tahun penuh, 50 guru yang ikut dalam program Bina Kawasan akan mendampingi penyelenggaraan Pendidikan Agama Islam di sekolah dan pendidikan keagamaan Islam di masyarakat lokasi sasaran.

Salah satu guru PAI yang dikirim dalam program bina kawasan, Ahmad Syafe’i (26) mengatakan bahwa nantinya ia akan menyebarkan pemahaman Islam moderat di sebuah daerah terpencil yang ada di Kalimantan Selatan.

“Saya nanti akan melakukan pendekatan dulu dengan masyarakat sekitar biar tidak dikira teroris. Karena misi kami ingin menyebar pemahaman Islam moderat juga,” ujar Lulusan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Nurul Iman Parung ini.

Sementata, 60 guru yang dikirim dalam program visitting teacher akan diterjunkan ke sejumlah daerah 3T selama sepekan saja. Program ini didedikasikan untuk mendalami problem dan menawarkan solusi atas penyelenggaraan dan metodologi pembelajaran Pendidikan Agama Islam di sekolah.

Dengan program ini, diharapkan dapat terjadinya tranformasi penyelenggaraan Pendidikan Agama Islam yang lebih baik di sejumlah daerah 3T. Di samping itu, program ini juga untuk memberikan kesempatan kepada guru PAI untuk mengambil hikmah dan proses pembelajaran dari masyarakat yang kurang menguntungkan secara nyata.

“Di antara daerah sasaran program visitting teacher ini Bau-Bau Sulawesi Tenggara, Tidore Maluku Utara, Flores NTT, Karimun Kepulauan Riau, dan sejumlah daerah 3T lainnya,” kata Direktur Pendidikan Agama Islam, Imam Safei.

Sumber ; republika.co.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

eighteen − 6 =