Home News Update Dunia Islam MENAG AJAK MUSLIM DUNIA SUARAKAN ISLAM AGAMA DAMAI

MENAG AJAK MUSLIM DUNIA SUARAKAN ISLAM AGAMA DAMAI

0
379
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin bicara di Konferensi Internasional.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin bicara di Konferensi Internasional.

JIC, ABU DHABI — Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengajak umat Islam di berbagai penjuru dunia untuk menyuarakan Islam sebagai agama kedamaian. Hal ini disampaikan Lukman saat menjadi pembicara dalam Konferensi Internasional yang mengangkat tema Perdamaian Dunia dan Islamphobia di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

Konferensi internasional ini akan berlangsung selama tiga hari, 11-13 Desember 2017. Dalam forum ini, Lukman menuturkan, tugas ulama dan cendikiawan saat ini semakin berat di tengah konflik antar umat Islam sendiri dan adanya benturan peradaban Islam dan Barat. Apalagi, peristiwa 11 September 2001 di Amerika telah menimbulkan ketegangan dalam hubungan antara Islam dan Barat.
Di tengah situasi seperti ini, kita harus terus menyuarakan secara lantang Islam sebagai agama kedamaian. Islam mengajak umat manusia untuk hidup dengan aman dan damai, ujar Lukman dalam pidatonya yang disampaikan dalam Bahasa Arab di Abu Dhabi, Senin (11/12).
Menurut Lukman, Islam selalu mengajarkan umatnya untuk menebar kedamaian melalui ucapan dan perbuatan, baik kepada yang dikenal maupun yang tidak dikenal. Hal ini lah yang sudah diajarkan Nabi Muhammad SAW. Ketika ditanya, bagaimana cara berislam yang paling utama, Rasulullah menjawab, “Memberi makan orang miskin dan mengucapkan salam kepada yang dikenal dan yang tidak dikenal”. (HR. Bukhari no. 6236).
Ketika umat Islam diminta untuk saling menebar salam, itu berarti tidak ada tempat di dalam Islam bagi kekerasan dan kebencian. Tebar kedamaian akan melahirkan cinta dan kasih sayang, sekaligus membuang jauh-jauh rasa kebencian dan permusuhan, ucap Lukman.
Lukman mengatakan bahwa Rasulullah juga pernah berpesan dalam sebuah hadis, Kamu tidak akan masuk surga sampai kamu beriman, dan kamu tidak dinyatakan beriman secara benar sampai kamu bisa saling mencintai. Maukah kamu aku tunjukkan cara yang membuatmu bisa saling mencintai? Tebarkan salam kedamaian di antara kamu. (HR. Muslim no. 54).
Karena itu, menurut Lukman, umat Islam harus memahami Islam sebagai rahmatal lil alamin, dehingga terhindar dari pemahaman ektrem. Kita harus bisa membangun ketahanan dalam tubuh umat Islam agar tidak terjebak pada pemahaman ekstrem yang akan merusak citra Islam dan umat Islam, jelas Lukman .
Di hadapan peserta konferensi yang berasal dari berbagai negara, Lukman menegaskan kembali sikap Indonesia terkait pengakuan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump tentang Yerusalem sebagai ibukota Israel. Menurut Menag, Indonesia akan terus bersama rakyat Palestina memperjuangkan hak-haknya.

Pemerintah Indonesia, seperti disampaikan Presiden Joko Widodo, pada Kamis, 8 Desember, mengecam keras pengakuan sepihak AS tersebut dan meminta AS mempertimbangkan kembali keputusan tersebut, ujar Lukman di Abu Dhabi, Senin (11/12).
Menurut Menag, Pemerintah Indonesia berpandangan bahwa pengakuan sepihak tersebut telah melanggar berbagai resolusi Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB yang Amerika Serikat menjadi anggota tetapnya serta bisa mengguncang stabilitas keamanan dunia.
Rakyat Indonesia tetap konsisten untuk terus bersama dengan rakyat Palestina dalam memperjuangkan kemerdekaan dan hak-haknya sesuai dengan amanah Pembukaan UUD 1945, ucapnya.
Lukman menilai, pengakuan sepihak Donuld Trump bukan hanya meruntuhkan berbagai upaya damai sebelumnya dalam menyelesaikan persoalan Palestina, tetapi juga berpotensi menimbulkan gangguan stabilitas keamanan dunia di masa mendatang.
Alumni Pesantren Gontor ini mengatakan, keamanan dan kedamaian sulit terwujud di tengah ketidakadilan dan dominasi serta hegemoni yang kuat terhadap yang lemah. Kampanye memerangi terorisme global juga tidak akan membuahkan hasil jika dunia tetap membiarkan terjadinya teror oleh sebuah negara terhadap penduduk pemilik sebuah wilayah yang sah.
Indonesia telah berkomunikasi dengan negara-negara Organisasi Konferensi Islam (OKI), dan mendorong OKI untuk mengadakan sidang khusus tentang masalah pengakuan sepihak ini pada kesempatan pertama, serta meminta PBB untuk segera bersidang menyikapi pengakuan sepihak AS, katanya.
Atas nama Pemerintah Indonesia, Lukman pun mengapresiasi Pemerintah Uni Emirat Arab yang memfasilitasi penyelenggaraan konferensi tentang Perdamaian Dunia dan fenomena Islamophobia. Konferensi ini menjadi salah satu langkah strategis untuk terus mempromosikan budaya damai di tengah berbagai krisis yang melanda masyarakat Muslim di berbagai belahan dunia.
Konferensi internasional ini akan berlangsung selama tiga hari, 11-13 Desember 2017. Sejumlah ulama dan pakar dari berbagai negara hadir untuk menjadi pembicara, antara lain, Muhammad bin Abdul Karim Al-Isa dari Rabithah Alam Al Islami, Ahmad Taufiq Menteri Wakaf Maroko, Abbas Syauman dari Universitas Al Azhar Mesir, serta Sardar Muhammad Yusuf Menteri Wakaf Pakistan.
Sumber ; republika.co.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

8 + six =