Home News Update Islam Indonesia UIN JAKARTA KUKUHKAN 13 GURU BESAR BARU, INI PESAN MENAG

UIN JAKARTA KUKUHKAN 13 GURU BESAR BARU, INI PESAN MENAG

0
9
Foto: Kemenag.go.id

CIPUTAT (islamic-center.or.id)–UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengukuhkan 13 guru besar baru dalam Sidang Senat Terbuka di Auditorium Harun Nasution, Rabu (30/9/2026). Pengukuhan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kembali tradisi dan reputasi keilmuan Ciputat di tingkat nasional maupun internasional.

Dikutip dari laman Kemenag.go.id, Menteri Agama Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar mengatakan, bertambahnya 13 guru besar di UIN Jakarta harus menjadi penggerak bagi kampus untuk kembali memainkan peran penting dalam produksi pengetahuan.

Menurut dia, Ciputat memiliki sejarah sebagai ruang perjumpaan pemikiran Islam dari Timur dan Barat atau al-masyriq wal-maghrib.

“Kehadiran 13 guru besar kita di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini kita harapkan akan mengembalikan mitos Ciputat. Dahulu Ciputat itu bagaikan sebuah muara perjumpaan sungai besar dari timur dan barat. Sudah saatnya kita menjadi produsen ilmu pengetahuan, tidak lagi hanya menjadi konsumen,” tegas Menag.

Nasaruddin juga mendorong UIN Jakarta merespons berbagai tantangan baru, termasuk perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan krisis lingkungan.

Ia menilai perkembangan teknologi mutakhir membutuhkan landasan moral dan etika agar kemajuan teknologi tetap diarahkan untuk kepentingan kemanusiaan. Sementara itu, persoalan perubahan iklim membutuhkan respons keilmuan, termasuk melalui pengembangan pemikiran hukum Islam.

“Dharuriyat al khamsah (lima prinsip dasar hukum Islam) sudah saatnya kita tambah satu lagi, yaitu ad-dharuriyah al-hifdh ‘alal bi’ah atau menjaga lingkungan. Daya pemusnah akibat kerusakan lingkungan jauh lebih besar jika dibandingkan isu lainnya,” tegasnya.

Menag juga mengajak para akademisi UIN Jakarta memperkuat kajian sains berbasis Al-Qur’an. Integrasi keilmuan diharapkan dapat melahirkan temuan-temuan baru yang mendapat pengakuan di tingkat internasional.

Ia mencontohkan tradisi keilmuan yang pernah ditorehkan ilmuwan Muslim seperti Ibnu Sina dan Al-Farabi.

“Sudah saatnya kita melahirkan ilmuwan-ilmuwan hebat di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini. Tidak perlu hanya mengejar ranking, tetapi bagaimana memproduksi pengetahuan baru yang dapat dikonsumsi oleh dunia internasional,” pungkas Menag.

Ketiga belas guru besar yang dikukuhkan berasal dari berbagai bidang keilmuan. Enam di antaranya memperoleh kenaikan jabatan akademik berdasarkan SK Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Mereka adalah Prof. Dr. Nida Husna H.R., M.Pd., M.A.TESOL, Guru Besar Bidang Pendidikan Bahasa Inggris; Prof. Dr. Idris Thaha, M.Si., Guru Besar Bidang Agama dan Politik; Prof. Dr. A. Baqir Ihsan, M.Si., Guru Besar Bidang Ideologi Politik; Prof. Dr. Yuli Amran, M.K.M., Guru Besar Bidang Biostatistik Kesehatan Masyarakat; Prof. Dr. Ismail Hasani, S.H., M.H., Guru Besar Bidang Hukum Konstitusi; serta Prof. Dr. Alfitra, S.H., M.Hum., Guru Besar Bidang Ilmu Hukum Pidana.

Sementara itu, tujuh guru besar lainnya dikukuhkan berdasarkan SK Menteri Agama. Mereka yakni Prof. Dr. Raswan, M.Pd.I., Guru Besar Bidang Inovasi Pembelajaran Bahasa Arab; Prof. Dr. Zainal Arifin, M.Ag., Guru Besar Bidang Kelembagaan Hukum Islam; Prof. Dr. Zubair, M.Ag., Guru Besar Bidang Linguistik Hukum Islam; Prof. Dr. Hasani, M.A., Guru Besar Bidang Tafsir Maqashidi; Prof. Dr. Safiudin, M.Ag., Guru Besar Bidang Pembelajaran Fikih; Prof. Dr. Suwendi, M.Ag., Guru Besar Bidang Pemikiran Pendidikan Islam; dan Prof. Dr. Lilik Ummi Kaltsum, M.A., Guru Besar Bidang Metode Tafsir.

Pengukuhan dipimpin Rektor UIN Jakarta Prof. Dr. Asep Saepudin Jahar, M.A., Ph.D. Menurut Asep, jabatan guru besar bukan hanya capaian akademik, tetapi juga membawa tanggung jawab akademik dan sosial.

“Saya meminta kepada para guru besar untuk terus mengabdi untuk UIN dan bangsa, untuk terus mencintai UIN, serta untuk terus mencintai keilmuan, karena pencapaian inilah yang akan selalu diingat oleh generasi seterusnya,” tegasnya.

Pengukuhan 13 guru besar tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh nasional, antara lain Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, Menteri Agama periode 2014–2019 Lukman Hakim Saifuddin, serta sejumlah pimpinan perguruan tinggi.*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

10 + twenty =