
d subarkah/ Red: Muhammad Subarkah
Khusus di Indonesia, kata Abdul Hadi, beberapa orang yang pengetahuan agamanya sebenarnya belum sekeranjang penuh, karena sering tampil layar TV dan publik, sering dengan mudahnya dipanggil pula ustaz. “Padahal pengetahuan mereka hanya secuil, misalnya dibandingkan pengetahuan ustadz Abdul Somad atau KH Mustofa Bisri,’’ katanya.
Karya pelukis legendaris Persia, Kamal ud Din Bihzad. (wikipedia)
Bagaimana dengan sebutan kiai yang populer dan lazim di Indonesia? Abdul Hadi menjawab itu merupakan panggilan kultural. Dalam budaya Jawa sebutan kyai tersebut adalah untuk menyebut sosok yang dihormati atau dimuliakan. Dan peruntukan panggilan itu biasa disematkan kepada manusia, benda pusaka (magus) seperti hewan (ada kerbau kyai Slamet), keris (kyai Sengkelat), tempat (kyai Merapi), gamelan (kyai guntur madu), dan lainnya.
“Jadi kyai panggilan kultural tak sebatas hanya dalam kaitannya dengan agama (fiqh) semata. Di Indonesia juga ada sebutan yang sejenis dengan kyai, yakni Jawa Barat (budaya Sunda) ada panggilan ajengan. Di Sumatra Barat (budaya Minangkabau) ada panggilan buya),’’ tegasnya.
sumber : republika.co.id













