
JAKARTA (islamic-center.or.id) – Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Rano Karno pada Selasa (28/4/2026), melakukan takziah ke rumah salah satu korban meninggal dunia dalam kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat. Rano datang ke rumah duka yang berlokasi di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat.
Dia mengaku ikut memantau informasi kecelakaan kereta yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam WIB. Rano juga telah memerintahkan sejumlah jajarannya untuk membantu proses evakuasi di lokasi kejadian.
“Semalam saya melihat di televisi kejadian di Bekasi dan langsung malam itu saya perintahkan untuk Jakarta membantu Bekasi. Insya Allah turun BPBD kita turun ke Bekasi, kemudian PMI kita juga turun ke Bekasi, bahkan juga sebagian teman-teman dari Damkar juga turun ke Bekasi,” kata Rano di kawasan Kemayoran, Selasa siang WIB.
Menurut dia, berdasarkan data sementara terdapat 14 orang korban jiwa dalam insiden itu. Dari total korban jiwa, empat orang di antaranya dilaporkan merupakan warga Jakarta.
“Nah, artinya ini menjadi juga bagian tanggung jawab karena berdasarkan informasi dari 14 korban, empat orang itu warga Jakarta. Walaupun yang satu ada guru dia tinggal di Cikarang, saya enggak sempat datang ke rumah beliau tapi Kepala Dinas sedang menuju ke sana,” ujar Rano.
Dia menjelaskan, Pemprov DKI juga akan memberikan santunan kepada keluarga korban kecelakaan kereta. Menurut dia, Baznas Bazis Jakarta juga telah memberikan santunan kepada para korban.
Tak hanya santunan, Rano mengatakan, pihaknya juga akan membantu penanganan hingga proses pemakaman. “Iya, semua insya Allah di sini ada Dinas Pemakaman (Dinas Pertamanan dan Hutan Kota), semua sudah dibantu,” kata Rano.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI memahami keluarga dan masyarakat masih menantikan perkembangan informasi penanganan kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur. Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan setiap pembaruan disampaikan secara hati-hati dengan tetap mengedepankan penghormatan kepada korban serta keluarga.
“Kami menyiapkan posko tanggap darurat di Stasiun Bekasi Timur dan Stasiun Gambir, serta layanan contact center 121. Posko ini akan kami siagakan sekitar dua minggu ke depan untuk membantu kebutuhan informasi bagi keluarga,” ujar Bobby dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa.
Berdasarkan data hingga pukul 08.45 WIB, menurut Bobby, tercatat 14 orang meninggal dunia dan 84 korban luka. Korban meninggal telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk proses identifikasi lebih lanjut, sementara korban luka mendapatkan penanganan di berbagai fasilitas kesehatan.
“Sebanyak 84 korban luka telah mendapatkan penanganan medis di sejumlah rumah sakit. Evakuasi telah kami lakukan bersama tim gabungan, dan saat ini kami memastikan seluruh korban mendapatkan perawatan terbaik,” kata Bobby.
Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono menyampaikan, proses investigasi akan dilakukan secara menyeluruh dan independen. “Seluruh aspek akan kami dalami dalam proses investigasi untuk memastikan penyebab kejadian dapat diidentifikasi secara objektif,” kata Soerjanto.
Sebagai dampak penyesuaian operasional, sejumlah perjalanan kereta pada 28 April 2026 dibatalkan. Berikut daftarnya:











