Home News Update Islam Indonesia HARI KETUJUH OPERASIONAL HAJI, 34.657 JAMAAH INDONESIA SUDAH DIBERANGKATKAN

HARI KETUJUH OPERASIONAL HAJI, 34.657 JAMAAH INDONESIA SUDAH DIBERANGKATKAN

0
11
Jamaah calon haji kelompok terbang (kloter) 1 embarkasi haji Jakarta-Pondok Gede menunggu proses administrasi dan pemeriksaan kesehatan di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Jumat (3/6/2022). Sebanyak 389 jamaah calon asal DKI Jakarta yang tergabung dalam kloter 1 embarkasi haji Jakarta-Pondok Gede masuk ke Asrama Haji Pondok Gede sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci pada Sabtu, 4 Juni 2022. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/aww.(ANTARAFOTO/Aprillio Akbar)

Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia melaporkan perkembangan penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriyah/2026 Masehi pada hari ketujuh masa operasional, Senin (27/4/2026). Secara umum, proses penyelenggaraan haji berjalan tertib, lancar, dan terus dioptimalkan melalui penguatan layanan di berbagai sektor, khususnya di Madinah, Arab Saudi.

Berdasarkan data hingga Ahad (26/4/2026) pukul 24.00 WIB, sebanyak 88 kelompok terbang (kloter) dengan total 34.657 jamaah telah diberangkatkan dari berbagai embarkasi di Indonesia. Proses pemberangkatan berlangsung sesuai jadwal dengan dukungan koordinasi lintas instansi.

Sementara itu, jumlah jamaah yang telah tiba di Madinah tercatat sebanyak 78 kloter dengan total 30.611 jamaah. Setibanya di bandara, jamaah langsung mendapatkan layanan terpadu dari petugas haji dan diarahkan menuju hotel yang telah disiapkan. Proses kedatangan berlangsung tertib dengan prioritas layanan bagi jamaah lanjut usia, penyandang disabilitas, serta kelompok rentan lainnya.

“Alhamdulillah, hingga hari ketujuh operasional haji, seluruh proses berjalan dengan tertib dan lancar. Kami memastikan jamaah mendapatkan layanan terbaik sejak keberangkatan hingga di Tanah Suci,” ujar Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah Maria Assegaff di Jakarta, Senin (27/4/2026).

Dari sisi layanan kesehatan, pemerintah menempatkan aspek perlindungan jamaah sebagai prioritas utama. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 906 jamaah menjalani rawat jalan, 25 jamaah dirujuk ke KKHI, dan 30 jamaah dirujuk ke rumah sakit Arab Saudi, dengan 24 jamaah masih dalam perawatan.

Dalam layanan konsumsi, sebanyak 213.967 boks makanan telah didistribusikan kepada 29.834 jamaah, didukung oleh 23 dapur katering di Madinah. Untuk layanan akomodasi, sebanyak 29.925 jamaah telah menempati 38 hotel di kawasan Markaziyah yang berdekatan dengan Masjid Nabawi.

Terkait kendala teknis penerbangan, pemerintah memastikan penanganan dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.

Kendala Teknis Penerbangan

Pertama, pada 26 April 2026, pesawat Saudia yang melayani rute Surabaya-Madinah melakukan pendaratan teknis di Bandara Kualanamu akibat gangguan pada sistem hidrolik. Sebanyak 380 jamaah dari kloter SUB-16 telah difasilitasi akomodasi di tiga hotel terpisah di sekitar bandara dan terus mendapatkan layanan serta pendampingan petugas.

Kedua, pada 27 April 2026, pesawat Saudia yang melayani jamaah Embarkasi Batam Kloter 5 mengalami kendala teknis pada sistem flight control setelah tiba di Bandara Hang Nadim, Batam. Saat ini perbaikan masih dilakukan dengan menunggu suku cadang, sementara jamaah telah mendapatkan akomodasi di lima hotel terpisah dengan pendampingan penuh petugas.

Koordinasi terus dilakukan dengan maskapai dan seluruh pihak terkait guna mempercepat penanganan.

“Keselamatan dan kenyamanan jamaah adalah prioritas utama. Kami terus berkoordinasi dengan maskapai dan seluruh pihak terkait untuk memastikan setiap kendala dapat segera ditangani,” kata Maria Assegaff.

Pemerintah juga menegaskan larangan pungutan dalam bentuk apa pun kepada jamaah oleh pihak mana pun, termasuk Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU).

Sumber: republika.co.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

five + 12 =