Home News Update Islam Indonesia WAKAF PRODUKTIF MEMBANGUN EKONOMI UMAT

WAKAF PRODUKTIF MEMBANGUN EKONOMI UMAT

0
488
Training wakaf di Riau

 

Training wakaf di Riau

JIC, RIAU — Wakaf bisa menjadi salah satu permasalahan ekonomi Indonesia. Ustaz Ahmad Shonhaji sebagai praktisi wakaf produktif dan selaku founder gerakan YukWakaf bersinergi dengan Dompet Dhuafa menggulirkan Training for Trainer (TfT) Yuk Wakaf.

TfT merupakan salah satu program yang diikhtiarkan oleh gerakan YukWakaf untuk melakukan kampanye edukatif kepada para relawan Yuk Wakaf guna bersama menggugah kesadaran masyarakat untuk berwakaf.

Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Riau Ali Bastoni mengatakan Riau merupakan daerah yang memiliki potensi wakaf besar, oleh karena itu gerakan Yuk Wakaf perlu sinergi dan pelibatan semua pihak baik akademisi, lembaga kemanusiaan, para Dai, tokoh masyarakat, dan pemerintah dalam mensyiarkan pentingnya wakaf produktif dalam membangun ekonomi umat.

Tim Yuk Wakaf Bayu Candra Winato mengatakan gerakan ini harus melibatkan banyak masyarakat dan relawan. Hal ini agar syiar wakaf mampu menjadi gerakan bersama dalam menggugah kesadaran kolektif pentingnya wakaf produktif dan bermanfaat untuk pembangunan ekonomi umat.

Lebih jauh, Ustaz Shonhaji selaku Praktisi Wakaf Produktif menyampaikan umat harus bahagia melalui wakaf. Dia  menuturkan wakaf merupakan pahala yang mengalir abadi. Oleh karena itu, konsep pengelolaan wakaf harus produktif dan modern.

“Prinsipnya adalah tahan pokoknya, alirkan hasilnya,” kata dia.

Salah satu contoh pengelolaan wakaf produktif antara lain Hotel Utsman bin Affan, yang pada mulanya adalah wakaf sumur yang dibeli dari orang yahudi pada zaman Rasulullah SAW. Jadi, wakaf jika dikelola dengan baik pengelolaannya maka akan menyejahterakan umat.

Dalam worshop ini, peserta tidak hanya diajak memahami konsep tentang wakaf. Mereka juga diajak untuk berdiskusi tentang bagaimana mengelola wakaf agar produktif.

Tim Penghimpunan Wakaf Dompet Dhuafa Bobby P Manulang menjelaskan tentang best practice dompet dhuafa dalam mengelola wakaf secara produktif. Dari pengelolaan wakaf produktif di bidang pertanian, kebun, properti, rumah sakit, sampai pendidikan.

“Aset wakaf tidak boleh mangkrak, harus dikelola produktifkan agar semakin banyak memberi manfaat bagi umat,” kata Bobby.

Overview gerakan #YukWakaf disampaikan oleh Bayu Candra Winata selaku Tim #YukWakaf. Dia mengatakan bahwa gerakan ini harus melibatkan banyak masyarakat dan relawan. Hal ini agar syiar wakaf mampu menjadi gerakan bersama dalam menggugah kesadaran kolektif pentingnya wakaf produktif dan bermanfaat untuk pembangunan ekonomi ummat.

Lebih jauh, Ustaz Shonhaji selaku Praktisi Wakaf Produktif menyampaikan bahwa kita harus bahagia melalui wakaf. Beliau menuturkan bahwa wakaf merupakan pahala yang mengalir abadi. Oleh karena itu, konsep pengelolaan wakaf harus produktif dan modern. Prinsipnya adalah “tahan pokoknya, alirkan hasilnya”.

Salah satu contoh pengelolaan wakaf produktif antara lain Hotel Utsman bin Affan, yang pada mulanya adalah wakaf sumur yang dibeli dari orang yahudi pada zaman Rasulullah SAW. Jadi, wakaf jika dikelola dengan baik pengelolaan nya maka akan mensejahterakan ummat, tutur Shonhaji. Kita punya PR serius yg harus kita tunaikan di Indonesia berkaitan dengan potensi wakaf.

Potensi tanah wakaf besarnya mencapai 4,4 milyar m2. Dan itu belum produktif. Belum potensi wakaf uang, dan produk-produk wakaf yang lainnya. Peserta tidak hanya diajak memahami konsep tentang wakaf. Mereka juga diajak untuk berdiskusi tentang bagaimana mengelola wakaf agar produktif.

Selain pencerdasan dan pencerahan berkenaan tentang wakaf produktif, peserta juga diajak untuk melakukan simulasi TfT #YukWakaf, dimana para peserta mempraktekkan kampanye wakaf kepada masyarakat nantinya.

Sumber ; republika.co.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

eight + 1 =