TAHUN 2012, JAKARTA Harus Lebih ISLAMI

Dari bulan Juli s/d Desember tahun 2011, di beberapa tempat di Ibukota, termasuk di Jakarta Islamic Centre (JIC), diselenggarakan serangkaian kegiatan untuk menyambut ketetapan kota Jakarta sebagai salah satu kota kebudayaan Islam selama tahun 2011. Ketetapan ini berdasarkan keputusan Islamic Educational, Scientific and Cultural Organization atau Organisasi Kebudayaan, Ilmu Pengetahuan dan Pendidikan Islam (ISESCO) yang merupakan salah satu lembaga dari Organisasi Konferensi Islam (OKI) pada tanggal 27 Desember 2010 lalu dimana untuk tahun 2011, kota Jakarta ditetapkan sebagai Kota Kebudayaan Islam untuk Wilayah Asia, Kota Conakry untuk wilayah Afrika dan Tiemcen untuk wilayah Timur Tengah.

 

Dari bulan Juli s/d Desember tahun 2011, di beberapa tempat di Ibukota, termasuk di Jakarta Islamic Centre (JIC), diselenggarakan serangkaian kegiatan untuk menyambut ketetapan kota Jakarta sebagai salah satu kota kebudayaan Islam selama tahun 2011. Ketetapan ini berdasarkan keputusan Islamic Educational, Scientific and Cultural Organization atau Organisasi Kebudayaan, Ilmu Pengetahuan dan Pendidikan Islam (ISESCO) yang merupakan salah satu lembaga dari Organisasi Konferensi Islam (OKI) pada tanggal 27 Desember 2010 lalu dimana untuk tahun 2011, kota Jakarta ditetapkan sebagai Kota Kebudayaan Islam untuk Wilayah Asia, Kota Conakry untuk wilayah Afrika dan Tiemcen untuk wilayah Timur Tengah.

Secara resmi pencanangan Jakarta sebagi kota kebudayaan Islam untuk wilayah Asia tahun 2011 telah dilaksanakan pada tanggal 18 Juli 2011 oleh menteri kabinet ISESCO bersama-sama dengan Deputi Gubernur Bidang Budaya dan Pariwisata, Direktur Jenderal Multilateral Kementrian Luar Negeri, Direktur Jenderal Bimas Islam Kemenetrian Agama serta Sekretaris Jenderal Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata. Menurut Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, Arie Budhiman, bahwa berbagai aktivitas telah dilaksanakan untuk merayakan even tersebut antara lain melalui kegiatan-kegiatan yang menampilkan khazanah kekayaan seni dan budaya yang sarat dengan nuansa Islami. Hal tersebut merupakan upaya promosi kearifan lokal bangsa Indonesia dan khususnya Jakarta serta sekaligus melestarikan nilai-nilai dan norma-norma kultural yang agamis. Diharapkan penetapan ini juga menjadi kontribusi nyata dari kota Jakarta berupa dinamika perkembangan Islam kultural dan kultur Islami yang syarat dengan nilai-nilai dan norma-norma perilaku budaya bangsa yang semoga tercatat dalam khazanah kebudayaan Islam dunia.

Even tersebut kemudian ditutup secara resmi oleh Deputi Gubernur Bidang Budaya dan Pariwisata, Sukesti Pada tanggal 23 Desember 2012 di Jakarta Islamic Centre (JIC) yang merupakan salah satu situs budaya Islam kebanggaan milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Penutup juga dimeriahkan dengan serangkaian kegiatan penutup sampai tanggal 25 Desember 2011 yang diadakan di JIC berupa pameran , bazar, peragaan busana muslim, workshop, Pegelaran seni dan aneka lomba kecerdasan dan keterampilan untuk anak-anak. Sebelumnya, pada tanggal 22 Desember 2011 diadakan Seminar Eksistensi Kebudayaan Islam di Jakarta di Hotel Shangri-La.

Dalam acara penutupan tersebut, Deputi Gubernur Bidang Budaya dan Pariwisata Provinsi DKI Jakarta, Sukesti, mewakili gubernur menyatakan bahwa merupakan suatu kehormatan dan kepercayaan bagi pemerintah provinsi DKI Jakarta beserta segenap warga Jakarta, khususnya umat Islam Ibukota karena ISESCO menetapkan kota Jakarta sebagai pusat kebudayaan Islam tahun 2012 di kawasan Asia. Jakarta merupakan kota paling sibuk di Indonesia, dengan berbagai aktivitas yang nyaris tidak mengenal kata berhenti, baik di bidang politik, pemerintahan, bisnis, pendidikan dan budaya serta perekonomian. Jakarta dihuni oleh warga yang multi agama, multi etnis, multi budaya dan bahkan kota Jakarta memiliki sifat lokal, regional dan internasional. Karakteristik budaya masyarakat dan bangsa Indonesia, khususnya warga Jakarta yang majemuk serta mempunyai ciri-ciri tawasuth (mengambil jalan tengah atau bersikap moderat), `itidal (bersikap adil) , tasamuh (bersikap toleran terhadap perbedaan pandangan), tawazun (menjaga keseimbangan dan keselarasan) namun tetap amar ma`ruf nahi munkar (menyeru kepada kebaikan dan mencegah kemunkaran) pada hakekatnya merupakan wujud nyata kehidupan Islam sebagai agama yang rahmatan lil`alamin. Penetapan Jakarta sebagai pusat kebudayaan Islam tahun 2011 di kawasan Asia ini, selain memiliki nilai tersendiri untuk meningkatkan pemahaman dan wawasan kebudayaan Islam yang telah mengakar dan berkembang di Jakarta, juga menjadikan Jakarta sebagai salah satu kota peradaban dan syiar Islam.

Akhirulkalam, pencanangan dan perhelatan acara dalam memeriahkan Jakarta sebagai kota kebudayaan Islam di Asia pada tahun 2001 telah usai. Tahun 2012, menyusul Niamey di Nigeria, Najaf di Irak, dan Dhaka di Bangladesh yang dinobatkan oleh ISESCO sebagai kota-kota yang menjadi pusat budaya Islam. Selanjutnya pada tahun 2013, kota suci Madinah, Arab Saudi yang dinobatkan oleh ISESCO sebagai ibukota kultural bagi Dunia Islam. Namun apakah karena tidak lagi dinobatkan, Jakarta kemudian pada tahun 2012 nanti tidak lagi menyandang sebagai kota yang berbudaya Islam? Jawabannya, kembali kepada umat Islam di Jakarta untuk membuktikannya kepada dunia Islam dengan dukungan dari pemerintah provinsi DKI Jakarta bahwa tahun 2011 hanya sebuah penetapkan, tetapi pada tahun 2012 nilai-nilai Islam seperti tawasuth, `itidal, tasamuh, tawazun dan amar ma`ruf nahi munkar sebagai ciri masyarakat madani yang berkebudayaan tinggi akan semakin mengental, menguat dan dirasakan oleh masyarakat Jakarta, bangsa Indonesia dan dunia Islam walau suhu politik Ibukota pada tahun 2012 menjadi memanas karena adanya penyelenggaraan pilkada untuk memilih gubernur dan wakil gubernur periode berikutnya. Aamiin. ***

Oleh: Rakhmad Zailani Kiki

Koordinator Pengkajian JIC


Jakarta Islamic Centre

Read Previous

Styleislam Redam Stereotip dengan Produk Bernafaskan Islam

Read Next

Sahabat Al-Aqsha Safari Nonton Bareng “Tears of Gaza”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

10 + 17 =