Warning: getimagesize(http://islamic-center.or.id/wp-content/uploads/2011/03/logo-hari-air-sedunia-2011-indonesia.jpg): failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/islamicc/public_html/wp-content/plugins/wp-open-graph/output.class.php on line 306

World Day of Water and Earth Hour

Hari Air Sedunia diperingati setiap tanggal 22 Maret, inisiatif peringatan ini di umumkan pada Sidang Umum PBB ke 47 tanggal 22 Desember 1992 di Rio de Janeiro, Brasil. United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) bersama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengadakan acara perayaan Hari Air Sedunia di Jakarta.

Dan Kami ciptakan dari air segala sesuatu yang hidup.” (Q.S. Al Anbiya:30)

Hari Air Sedunia diperingati setiap tanggal 22 Maret, inisiatif peringatan ini di umumkan pada Sidang Umum PBB ke 47 tanggal 22 Desember 1992 di Rio de Janeiro, Brasil.

United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) bersama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengadakan acara perayaan Hari Air Sedunia di Jakarta.

Acara dengan tema ‘Water for Cities: Responding to the Urban Challenge’ ini masih merupakan rangkaian kegiatan ‘Ecohydrology for Managing Sustainable Water Futures’ yang juga diselenggarakan oleh UNESCO Jakarta dengan LIPI.

“Air adalah kehidupan. Namun air juga merupakan pembunuh utama apabila kita tidak mengelolanya dengan baik. Masyarakat perlu mengubah cara penanganan air di perkotaan dengan segera dan radikal guna mencegah kota kekurangan air dan tenggelam karena banjir,” ujar Prof. Hubert Gijzen, Director of UNESCO Office, Jakarta, Selasa (22/3/2011). “Kita perlu membangun sebuah visi tentang air untuk masyarakat dan lingkungan yang sehat,” tambah Prof. Hubert. Untuk tahun 2011, UN Water Group (Kelompok Kajian Air PBB) memilih ‘Air dan Perkotaan’ sebagai tema utama Hari Air Sedunia kali ini.

“Peringatan ini adalah saranan untuk memfokuskan perhatian pada pentingnya sumber daya air dan pengelolaannya yang berkelanjutan,” siklus hidrologi beserta pengaruhnya terhadap proses ekologi dan kesejahteraan manusia,” kata Prof.Dr.Lukman Hakim, Kepala LIPI. Pihak LIPI mengatakan kalau ekohidrologi (Ecohydrology) merupakan salah satu solusi. Ekohidrologi sendiri adalah ilmu integratif baru yang melibatkan pencarian solusi bagi isu seputar air, manusia dan lingkungan. “Salah satu konsep dasar yang terlibat dalam ekohidrologi adalah waktu dan ketersediaan air yang terkait dengan proses ekosistem. Ini berarti penekanan utama pada siklus hidrologi beserta pengaruhnya terhadap proses ekologi dan kesejahteraan manusia,” jelas Prof. Dr. Lukman Hakim, Kepala LIPI. “Ecohydrology Programme (EHP) perlu mendapat perhatian. Tujuan dari EHP adalah untuk mengurai kesenjangan pengetahuan dalam penanganan masalah yang berkaitan dengan krisis air,” tambah Prof. Lukman Hakim. “Tahun 2025 pemerintah menargetkan kebutuhan air bersih akan merata di seluruh Indonesia,” ungkap Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto di Jakarta, Selasa (22/3/2011).

((Apakah kamu tidak memperhatikan, bahawa sesungguhnya Allah menurunkan air dari langit, maka diaturnya menjadi sumber-sumber di burnt kemudian ditumbuhkan-Nya dengan air itu tanaman-tanaman yang bermacam-macam warnanya..)) (Surah Az-Zumar: 21)

((..dan Dia menurunkan air hujan dari langit, lalu menghidupkan bumi sesudah matinya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berakal)) (Surah Ruum : 24)

((dan Kami turunkan air dari langit menurut suatu ukuran ; lalu Kami jadikan air itu menetap di bumi dan sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa menghilangkannya.)) (Surah Al-Mu’minuun : 18)

Perlu diingat di sini bahawa, pada masa itu (pada tahun 1400 semasa Al-Quran diturunkan) tidak ada penerangan yang begitu jelas yang berkaitan dengan air sebagaimana yang terdapat dalam Al-Quran.

Breaking News*)

Pet! Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mematikan sebuah saklar sebagai tanda pemadaman listik se-Jakarta. Pemadaman tepat dilakukan pukul 20.30 WIB, dengan hitungan mundur, tiga-dua-satu, peet!

Kegiatan itu dilakukan Foke, sapaan akrab Fauzi, di pusat perayaan Earth Hour, di depan Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Sabtu (26/3/2011). Acara dihadiri antara lain CEO WWF Indonesia Efransyah dan atlet Bambang Pamungkas.

Menurut pantauan, seketika itu juga lampu di Monas dan Balaikota padam. Namun puncak Monas dan sebagain lampu jalan dibiarkan menyala. “Demi keamanan,” kata Foke.

Ada lima titik simbol pemadaman listrik di Jakarta, yakni Monumen Nasional, Patung Kereta Kencana Arjuna Wiwaha (depan Indosat) dan air mancurnya, Bundaran HI, Patung Pemuda (Bundaran Senayan) dan air mancurnya, serta Balaikota dan gedung-gedung pemerintahan.

Sebanyak 86 perusahaan di kawasan Jl Sudirman, Jl MH Thamrin, Kuningan dan Semanggi, sudah menyatakan bersedia mematikan listrik. Selama pemadaman ini Foke dan tamu undangan akan mengayuh sepeda statis sebagai energi kinetik untuk menyalakan lampu yang akan menerangi sebuah tulisan ’60 + Earth Hour.’


*) Source Detik.

Jakarta Islamic Centre

Read Previous

Lagi, Bom Ancam Ibukota

Read Next

Pendanaan Pembangunan Universitas NU Terhambat Konflik Libya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nine + 2 =