Home Khazanah Islam Akhlak ALLAH MENERIMA TAUBAT HAMBA-NYA

ALLAH MENERIMA TAUBAT HAMBA-NYA

0
1290

Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, lalu Dia pun menerima tobatnya. Sungguh, Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang

[Surat Al-Baqarah: 37]

Di antara pendapat ulama tentang kalimat;
1. Firman Allah, ..“Ya Tuhan kami, kami telah menzhalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi.”
[Surat Al-A’raf: 23]
2. Tangisan, malu dan do’a
3. Penyesalan, permintaan ampunan dan kesedihan

Dalam kaitan permohonan Adam alaihissalam ini, dia (Musa) berdoa, “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menzhalimi diriku sendiri, maka ampunilah aku”
[Surat Al-Qashash: 16]

Yunus berdoa “Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang zhalim”
[Surat Al-Anbiya: 87]

Adam alaihissalam menyesal dan memohon kepada Allah agar mereka berdua diampuni, diberi maaf diberi taubat atas kesalahan yang dilakukan. Allah SWT menerima taubat Adam alaihissalam, yaitu memberinya taufik untuk bertaubat; penyesalan dari dosa karena Allah SWT, berhenti melakukan pelanggaran, bertekad tidak mengulanginya di masa datang

Dalam sebuah hadis Qudsi, Allah SWT berfirman,
ان رحمتی تغلب غضبی .

Sesungguhnya rahmat-Ku mengalahkan murka-Ku
(HR. Bukhari)

Di antara ayat-ayat Al-Qur’an tentang penerimaan Allah terhadap hamba-Nya yang bertaubat; Surat asy-Syura ayat 25, Allah SWT menerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan memaafkan kesalahan-kesalahan dan mengetahui apa yang dikerjakan hamba-Nya. Sementara dalam surat at-Tahrim ayat 8, taubat yang diinginkan adalah taubat nasuha

Taubat nasuha menurut Sayid Sabiq, harus disertai dengan kepiluan dan penyesalan terhadap apa yang telah lalu, melepaskan diri dari dosa itu sekarang ini, dan tekad yang bulat untuk memulai kehidupan yang saleh di masa yang akan datang. Dan apabila ada hak- hak bagi hamba-hamba, maka hak-hak itu harus dikembalikan kepada para pemiliknya atau minta dihalalkan apabila mungkin

Allah SWT sangat menyayangi hamba-Nya yang beriman sehingga membuka lebar pintu maaf dan ampunan. Menginginkan agar kembali kepada-Nya dengan kondisi bersih dan baik. Sepanjang tidak berlaku syirik pasti akan Allah ampuni. Sebagai makhluk sosial terkadang merasakan ketika sesama muslim malah sulit sekali untuk saling bermaafan dan berlapang dada

Rasulullah SAW dalam sebuah riwayat beristighfar dan bertobat kepada Allah dalam sehari lebih dari tujuh puluh kali (HR. Bukhari). Dalam riwayat lain, Rasulullah saw bertobat seratus kali dalam sehari (HR. Muslim)

“Demi Allah, alangkah tidak sopannya seseorang yang meminta kepada Allah SWT, namun pada saat yang sama lupa akan dosa-dosa yang diperbuatnya”

Ibnu Al-Jauzi

Sya’ban sudah dimasuki, sebentar lagi datang tamu agung bulan Ramadhan. Semoga Allah SWT jauhkan kita dari segala pelanggaran dan dosa, serta memudahkan untuk kembali kepada-Nya dengan penyesalan dan taubat. Menurut Imam Ibnu Al-Jauzi, Demi Allah, alangkah tidak sopannya seseorang yang meminta kepada Allah SWT, namun pada saat yang sama lupa akan dosa-dosa yang diperbuatnya.

Seri ke-4 dari tulisan Ayat-Ayat Pendidikan

Oleh: Ustdz Arief Rahman Hakim, M.Ag
Kasubdiv. Pendidikan dan Pelatihan PPPIJ

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

2 × two =