JIC- Indonesia mengecam keras pernyataan dari dua politikus India yang merendahkan Nabi Muhammad. Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI telah menyampaikan pengecaman ini kepada Duta Besar India di Jakarta.
“Indonesia mengutuk pernyataan yang merendahkan Nabi Muhammad oleh dua orang politisi India. Pesan ini telah disampaikan kepada Duta Besar India di Jakarta,” tulis pernyataan resmi Kemenlu RI di Twitter@MoFa, Senin (6/6/2022) malam.
Pemerintah India pada Senin (6/6/2022) berusaha meredakan kemarahan masyarakat di dalam dan luar negeri, menyusul komentar dua petinggi partai BJP (Bharatiya Janata Party) yang berkuasa tentang Nabi Muhammad.
Kementerian luar negeri India mengatakan dalam pernyataannya, bahwa cicitan dan komentar ofensif dalam bentuk apa pun tidak mencerminkan pandangan pemerintah. BJP menonaktifkan seorang juru bicara dan mengusir seorang pejabat lainnya pada Ahad karena menyakiti sentimen keagamaan warga minoritas.
Baca juga:
PROF DIN DESAK INDONESIA KELUARKAN NOTA PROTES TERHADAP INDIA
Muslim India mencapai 13 persen dari 1,35 miliar penduduk di negara itu. Aksi-aksi unjuk rasa direncanakan digelar untuk memprotes komentar anti Muslim di Mumbai pada Senin. Seorang pejabat senior di Kedutaan Besar Qatar di New Delhi mengatakan pemerintah Modi harus menjauhkan diri mereka dari komentar itu.
Sembelumnya, Prof KH. Din Syamsudin meminta pemerintah Indonesia, sebagai negeri berpenduduk mayoritas Muslim, seyogyanya melayangkan Nota Protes atau Penyesalan. “Umat Islam Indonesia wajar untuk memprotes, tapi diharapkan tetap bersikap tenang, dan tidak bertindak melampaui batas.”
“Mari kita yakini, sebesar apapun penghinaan terhadap Islam dan Nabi Muhammad SAW, oleh sebanyak siapapun pelakunya, sama sekali tidak akan mengurangi keagungan dan keluhuran Islam serta kemuliaan Nabi Muhammad SAW,” tambahnya.












