
Musibah tabrakan kereta yang terjadi di Bekasi, Jawa Barat, pada Senin (27/4/2026) menimbulkan duka mendalam. Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Cholil Nafis, menyampaikan belasungkawa atas wafatnya para korban dalam kecelakaan tersebut. Kiai Cholil mengajak keluarga korban dan masyarakat untuk menerima musibah ini dengan penuh kesabaran serta tawakal kepada Allah SWT.
“Saya ikut prihatin atas musibah ini. Mudah-mudahan Allah memberi kesabaran bagi keluarga dan kebaikan bagi korban,” ujar Kiai Cholil saat dihubungi Republika.co.id, Senin (28/4/2026).
Di samping itu, ia pun mengingatkan kepada PT Kereta Api Indonesia agar musibah ini dijadikan pelajaran.
“Tapi ini menjadi pelajaran agar PT Kereta Api lebih meningkatkan kewaspadaan agar dapat mencegah terjadinya kecelakaan,” ucap Kiai Cholil.
Di tengah musibah ini, muncul pula pertanyaan di masyarakat mengenai status para korban yang meninggal dalam kecelakaan tersebut. Apakah mereka tergolong mati syahid?
Menanggapi hal itu, Kiai Cholil menjelaskan, dalam ajaran Islam, orang yang meninggal akibat kecelakaan termasuk dalam golongan syahid akhirat. Menurut dia, korban yang wafat dalam tabrakan kereta di Bekasi dapat dikategorikan dalam kelompok tersebut.
“Dalam Islam, orang yang meninggal karena kecelakaan termasuk golongan mati syahid akhirat,” ujar Kiai Cholil.
Syahid akhirat adalah mereka yang memperoleh pahala syahid di sisi Allah, meski tata cara pengurusan jenazahnya tetap dilakukan sebagaimana jenazah Muslim pada umumnya.
“Syahid akhirat, termasuk yang meninggal karena tenggelam, sakit perut, tha‘un, dan kecelakaan lalu lintas. Mereka tetap dimandikan, dishalati, dan dikuburkan sebagaimana jenazah Muslim lainnya, tetapi mendapat pahala syahid di akhirat,” kata pengasuh Pondok Pesantren Cendikia Amanah Depok tersebut.
Hikmah Musibah
Ia menambahkan, kematian dalam musibah besar yang terjadi secara tiba-tiba merupakan ujian berat, baik bagi korban maupun keluarga yang ditinggalkan. Karena itu, Islam mengajarkan agar umat mengambil hikmah dan berserah diri kepada ketentuan Allah SWT.
Kiai Cholil mengutip hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan Imam al-Bukhari:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ:
الشُّهَدَاءُ خَمْسَةٌ: الْمَطْعُونُ، وَالْمَبْطُونُ، وَالْغَرِقُ، وَصَاحِبُ الْهَدْمِ، وَالشَّهِيدُ فِي سَبِيلِ اللهِ
“Para syuhada itu ada lima: orang yang mati karena wabah tha‘un, orang yang mati karena sakit perut, orang yang mati tenggelam, orang yang mati tertimpa bangunan (shahibul hadm), dan orang yang mati syahid di jalan Allah.” (HR Bukhari).
Imam asy-Syarwani dalam Hasyiah as-Syarwani Jilid III juga menjelaskan:
(قَوْلُهُ: وَحَرِيقٍ إلَخْ) قَالَ فِي شَرْحِ التَّحْرِيرِ وَالْمَحْدُودِ وَكَتَبَ عَلَيْهِ الْعَلَّامَةُ الشَّوْبَرِيُّ قَالَ شَيْخُنَا ابْنُ عَبْدِ الْحَقِّ فِي تَنْقِيحِ اللُّبَابِ أَوْ حَدًّا وَحَمَلَهُ بَعْضُهُمْ عَلَى مَا إذَا قُتِلَ عَلَى غَيْرِ الْكَيْفِيَّةِ الْمَأْذُونِ
Artinya: “Perkataan ‘dan orang kebakaran seterusnya’, Syekh Zakariya al-Anshari berkata dalam kitab Syarh at-Tahrir dan al-Mahdud, dan Syekh Saubari menulis tentang ini. Guru kami Syekh Ibnu Abdil Haq berkata dalam kitab Tanqihil Lubab tentang ini atau tentang batasan, dan sebagian ulama mengarahkannya ketika seseorang meninggal dalam keadaan tidak wajar.”
Dengan demikian, orang yang meninggal akibat kecelakaan kereta api termasuk kategori syahid akhirat karena meninggal secara tidak wajar.
Sebelumnya, kecelakaan kereta terjadi di wilayah Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) yang melibatkan rangkaian Kereta Api Argo Bromo Anggrek dan menyebabkan korban jiwa serta puluhan penumpang mengalami luka-luka.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengungkapkan, berdasarkan data terbaru Selasa (28/4/2026) hingga pukul 08.45 WIB, tercatat 14 orang meninggal. Korban meninggal dunia telah dibawa ke Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati, Jakarta Timur untuk proses identifikasi lebih lanjut. “Sementara itu, 84 korban luka telah mendapatkan penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan,” ucap Bobby di Bekasi.
Menurut Bobby, penanganan korban dilakukan di sejumlah fasilitas kesehatan. Di antaranya, RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.
KAI menyampaikan, barang-barang milik pelanggan yang ditemukan di lokasi kejadian telah diamankan dan saat ini berada di layanan lost and found. Pendataan dan pengelolaan barang tersebut dilakukan secara terkoordinasi bersama pihak kepolisian untuk mendukung proses identifikasi dan kebutuhan penanganan lebih lanjut.











