Home News Update Dunia Islam DRONE HANTAM KONSULAT AS DI DUBAI, KETEGANGAN TIMUR TENGAH KIAN MEMANAS

DRONE HANTAM KONSULAT AS DI DUBAI, KETEGANGAN TIMUR TENGAH KIAN MEMANAS

0
147
Suasana usai unjuk rasa kematian Ali Khamenei di kawasan gedung konsulat Amerika Serikat, Karachi, Pakistan. Foto: Akhtar Soomro/REUTERS

Dubai (islamic-center.or.id) – Serangan drone kembali menargetkan fasilitas diplomatik Amerika Serikat di Timur Tengah. Kali ini, pesawat nirawak yang diduga berasal dari Iran menghantam area parkir Konsulat AS di Dubai pada Selasa (3/3/2026). Insiden tersebut memicu kebakaran besar disertai asap hitam pekat, di tengah meningkatnya eskalasi konflik pasca tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Sayyed Ali Khamenei.

Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, memastikan seluruh staf diplomatik dalam kondisi selamat. Meski begitu, ia menegaskan bahwa fasilitas diplomatik AS kini menjadi sasaran langsung serangan Iran. Ia menjelaskan bahwa drone menghantam area parkir di dekat gedung utama dan menyebabkan kebakaran, sehingga pemerintah AS memutuskan untuk mengurangi jumlah personel ke tingkat minimum.

Penyerangan di Dubai terjadi tidak lama setelah insiden serupa menimpa Kedutaan Besar AS di Riyadh, Arab Saudi. Menyikapi situasi keamanan yang semakin memburuk, pemerintah AS melalui Departemen Luar Negeri memutuskan menutup sementara kedutaan di sejumlah negara, termasuk Arab Saudi, Kuwait, dan Lebanon.

Sejak konflik pecah beberapa hari sebelumnya, dilaporkan enam personel militer AS tewas. Di sisi lain, media pemerintah Iran mengklaim korban jiwa di pihak mereka telah mencapai sekitar 780 orang akibat serangan gabungan AS dan Israel.

Pemerintah AS juga mengeluarkan peringatan darurat yang meminta warganya segera meninggalkan 14 negara di kawasan Timur Tengah, seperti Mesir, Irak, Yordania, dan Qatar. Menurut Rubio, sekitar 9.000 warga AS telah berhasil dievakuasi sejauh ini.

Namun, kebijakan evakuasi tersebut menuai kritik dari dalam negeri. Senator Partai Demokrat, Andy Kim, menilai pemerintah kurang sigap dalam merespons situasi. Ia menyoroti keterlambatan peringatan evakuasi yang baru dikeluarkan setelah ruang udara ditutup, sehingga banyak warga AS terjebak tanpa dukungan memadai.

Saat ini, Departemen Luar Negeri AS masih berupaya mengevakuasi sekitar 3.000 warga lainnya yang masih berada di wilayah konflik, dengan mengerahkan pesawat militer dan penerbangan charter.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

three + six =