Home News Update Dunia Islam HINA RASULULLAH, BOIKOT INDIA MENGGEMA DI JAZIRAH ARAB

HINA RASULULLAH, BOIKOT INDIA MENGGEMA DI JAZIRAH ARAB

0
423
hina-rasulullah-boikot-india-menggema-di-jazirah-arab

JIC- Tagar bahasa Arab yang ditujukan melawan Perdana Menteri India Narendra Modi telah menjadi topik populer nomor satu di Arab Saudi, Ahad, 5 Mei 2022. Di bawah tagar itu, orang-orang Saudi dan orang Arab lainnya mengecam perdana menteri India atas pernyataan yang merendahkan terhadap Nabi Muhammad oleh anggota Partai Bharatiya Janata atau BJP.

Seperti dilansir The Namal, penduduk di jazirah Arab marah atas pernyataan menghina yang disampaikan terhadap Nabi Muhammad oleh juru bicara BJP Nupur Sharma dan Pemimpin BJP Delhi Naveen Kumar Jindal. Ratusan pengguna menyerukan boikot India karena mereka menargetkan partai Hindu-nasionalis yang berkuasa di negara itu.

Mufti Besar Oman Syekh Ahmad bin Hamad Al-Khalil bersama dengan akun Twitter yang banyak pengikutnya, telah menyerukan boikot, termasuk pada produk India. Banyak orang India juga mengutuk pernyataan yang dianggap menistakan itu. Di antara mereka mengatakan, bahwa itu dapat membahayakan hubungan India dengan dunia Arab, dan menciptakan masalah bagi orang India di luar negeri.

BJP pada Minggu merilis sebuah pernyataan untuk memperjelas posisinya. Melalui Sekretaris Jenderal Partai Arun Singh, BJP menyatakan sangat menentang ideologi apa pun yang menghina atau merendahkan sekte atau agama apa pun.

Singh menambahkan, bahwa BJP sangat menghormati semua agama dan mengecam keras penghinaan terhadap kepribadian agama mana pun.

Pernyataan BJP, bagaimanapun, tidak menyebutkan secara langsung insiden atau komentar apa pun. Tanggapannya juga tidak memberikan konteks apa pun untuk pernyataan itu, baik dengan merujuk pada komentar Sharma atau tentang agama yang dimaksud.

Pernyataan Sharma dan Jindal telah khususnya menuai protes dari kelompok Muslim. Menurut laporan The Wire, atas reaksi tersebut, BJP berjanji akan segera menangguhkan Sharma dari partai dan juga membatalkan keanggotaan utama Jindal.

Presiden Dewan Politik Muslim India, Tasleem Rehmani, menyebut penangguhan juru bicara BJP sebagai sebuah drama. “Usir dia secara permanen dan kirim dia ke penjara,” ujarnya.

Sekretaris Jamiat Ulema-e-Hind, organisasi sosial-keagamaan Muslim terbesar di India, Niyaz Farooqui, mendesak pemerintah India untuk mengambil tindakan hukum atas pernyataan yang menghina tersebut.

“Kami telah meminta pemerintah India untuk mengambil tindakan hukum, menangkap mereka dan menghukum mereka, itu akan dianggap sebagai tindakan yang tepat,” kata Farooqi.

Pada Jumat (3/6/2022) kelompok-kelompok Muslim di kota Kanpur di negara bagian Uttar Pradesh utara memprotes pernyataan Sharma yang menghina Nabi Muhammad. Polisi menangkap sedikitnya 29 orang setelah para pengunjuk rasa melakukan pelemparan batu selama protes. Farooqui menyesalkan penangkapan tersebut.

“Sangat disesalkan. Orang-orang terprovokasi ketika seseorang menghina nabi dan mereka memiliki hak untuk protes. Pada saat yang sama, kami tidak mendukung tindakan kekerasan apa pun selama protes. Orang-orang harus menahan diri untuk tidak melakukannya,” ujar Farooqi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

18 + 7 =