JAM HARUN AL RASHID YANG MEMBUAT KAGUM EROPA

Ilustrasi ilmuwan Muslim saat mengembangkan sains dan teknologi pada era Dinasti Abbasiyah di Baghdad.                                                                                           Foto: WordPress.com

Hadiah jam dari Harun al-Rashid untuk Charlemagne dianggap sebagai keajaiban.

JIC, LONDON — Alat pengatur waktu tidak dikenal di abad ke-8 di Eropa dan kedatangannya di istana Charlemagne membuat orang-orang yang melihatnya terpesona. Kisah episode ini dan kecanggihan teknisnya dibawa selama berabad-abad, Voltaire (1694-1778) menjelaskan jam ini, dia berkata:

 

“Hadiah jam dari Harun al-Rashid untuk Charlemagne dianggap sebagai keajaiban. Mengenai filosofi kognitif, filosofi suara, fisika, astronomi dan prinsip-prinsip kedokteran, bagaimana mereka bisa diketahui (oleh Muslim), ini baru saja kita ketahui?”

Sayangnya, jam ini tidak bertahan hingga zaman modern. Namun, kemunculannya dicatat dalam Royal Frankish Annals, sebuah kronik, yang ditulis dalam bahasa Latin oleh berbagai orang gereja Frank, yang mencatat peristiwa terkini yang patut diperhatikan dari tahun 741 hingga 829 M.

Dikutip dari laman Muslim Heritage pada Kamis (20/5), berikut ini adalah kutipan terjemahan dari Royal Frankish Annals tahun 807 M.

 

“Radbert, utusan kaisar, meninggal dalam perjalanan kembali dari Timur. Utusan raja Persia bernama Abdallah datang ke kaisar bersama rahib dari Yerusalem, yang membentuk perwakilan dari patriark Thomas. Nama mereka adalah George dan Felix. George ini adalah kepala biara Gunung Olivet, seorang penduduk asli Jerman dan dipanggil dengan nama aslinya, Egilbald.”

“Mereka mendatangi kaisar dan mengirimkan hadiah, yang dikirim oleh raja Persia kepadanya, yaitu tenda dan tirai untuk kanopi dengan berbagai warna dan ukuran serta keindahan yang luar biasa. Semuanya terbuat dari linen terbaik, gorden serta senarnya, dan diwarnai dengan warna berbeda. Hadiah dari raja Persia selain terdiri dari banyak jubah sutra yang berharga, parfum, salep, dan balsam, juga sebuah jam kuningan, sebuah alat mekanis yang luar biasa, di mana arah dua belas jam bergerak sesuai dengan jam air, bola-bola kecil yang banyak, jatuh pada jam dan melalui kejatuhannya membuat cincin simbal di bawahnya.”

“Pada jam ini juga ada dua belas penunggang kuda yang pada akhir setiap jam melangkah keluar dari dua belas jendela, menutup jendela yang sebelumnya terbuka dengan gerakan mereka. Ada banyak hal lain di jam ini yang terlalu banyak untuk dijelaskan sekarang.”

 

Sumber : Republika.co.id

Jakarta Islamic Centre

Read Previous

CARA HARUN AL RASYID ANGKAT PERADABAN ISLAM DARI BARAT

Read Next

JAM HARUN AL RASHID YANG MEMBUAT KAGUM EROPA (2)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

two × five =