JIC- Bang Yos berbicara dalam acara Silaturrahim Tokoh dan Ulama DKI Jakarta yang digelar Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam Jakarta (PPPIJ), mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengungkapkan bahwa penutupan tempat prostitusi yang sekarang telah berdiri megah Jakarta Islamic Centre tanpa paksaan dan kekerasan.
“Setelah resmi saya tutup terjadilah tangis-tangis yang mengharukan, tapi ini bukan nagis histeris karena digruduk sama bulldozer, bukan ya,” ujar Penggagas berdirinya Jakarta Islamic Centre Jakarta, Rabu (18/5) di Convention hall Jakarta Islamic Centre.
“Saya sama sekali tidak memasukan tentara dan aparat kepolisian, yang menertibkan disini (lokasi prostitusi Kramat Tunggak, red) hanya Trantib saja, jadi nagisnya nagis terharu saja, bukan nangis histeris,” jelasnya.
Letnan Jenderal TNI Dr. H. Sutiyoso, S.H ini mengatakan dirinya sempat merasa takut ketika memiliki gagasan tentang pembangunan Islamic Centre di bekas kawasan protitusi terbesar di Asia Tenggara ini.
“Akhirnya saya kumpulkan para ulama di Balaikota, saya utarakan ide saya tentang pembangunan Jakarta Islamic Centre di Kramat Tunggak dan ide ini disambut dengan takbir oleh para ulama yang hadir,” ungkapnya.
“Inilah satu-satunya di dunia, tempat haram jaddah menjadi tempat sejadah, hanya di tempat ini,” tambah bang Yos.
Baca juga:
MUI JAKARTA TOLAK KEDATANGAN MIYABI
KIAI SUBKI TEGASKAN MEKANISME PERIBADATAN DI JIC ALA MINHAJI AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH
Bang Yos pada kesempatnya juga mengucapkan terima kasih kepada para Gubernur sesudahnya yang telah meneruskan pembangunan Jakarta Islamic Centre ini.
“Saya amat bersyukur bahawa tempat ini terus dibangun walaupun rasanya pelan, saya sadar bahwan tempat seperti ini untuk tetap terpelihara membutuhkan dana yang besar,” ujarnya.
Bang Yos menilai Jakarta Islamic Centre ini adalah juga kebanggaan Nasional akan tetapi belum ada partisipasi dari pemerintah pusat “Apa saya harus nyaleg untuk berjuang agar pemerintah itu bisa mengelurakan dana untuk Islamic Centre,” tambahnya.
Acara Silaturrahim Tokoh dan Ulama DKI Jakarta yang digelar di Jakarta Islamic Centre Convention Hall dihadiri para tokoh dan pejabat public diantaranya, Prof.KH. Syukron Ma’mun. BA, Ali Maulana Hakim (Walikota Jakarta Utara), Hj. YusriahDzinnun. S.Pd (Anggota DPRD DKI Jakarta), KH. Munahar Muchtar (Ketua MUI DKI Jakarta), KH. Ma’mun Al Ayubi (Ketua DMI DKI Jakarta), KH. Nur Alam Bachtir (Baznas DKI Jakarta). [irfan]












