Home News Update Islam Jakarta JIC DAN GPMI GELAR DZIKIR DAN DOA BERSAMA UNTUK KH IQBAL SIREGAR

JIC DAN GPMI GELAR DZIKIR DAN DOA BERSAMA UNTUK KH IQBAL SIREGAR

0
717

JIC- Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam Jakarta (PPPIJ) Jakarta Islamic Center bekerjasama dengan Gerakan Persaudaraan Muslim Indonesia (GPMI) menggelar dzikir, tahlil, dan doa bersama 7 hari wafatnya KH. Muhammad Iqbal Siregar, Sabtu (19/2/2022).

Dalam sambutan pembuka KH. M. Subki, Lc, Kepala PPPIJ mengatakan, kami atas nama PPPIJ Jakarta Islamic Center menghaturkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas berkenannya hadir mendoakan guru kami, sahabat kami almarhum KH. Iqbal Siregar yang beberapa hari yang lalu dipanggil oleh Allah SWT.

“Tentu apa yang hadirin wal hadiroh lakukan menjadi sesuatu yang sangat luar biasa dan mudah-mudahan bermakna dan bermanfaat untuk almarhum khususnya yang berada di alam barzah mudah-mudahan senantiasa Allah terima seluruh amal ibadah, iman dan Islam, Allah ampuni segala dosa-dosanya dan Allah angkat derajatnya Allah muliakan dengan jannahnya Aamiin Ya Robbal alamin,”

Hj. Fahira Idris, M.H dalam testimoni sahabatnya mengatakan, berpulangnya almarhum bukan hanya duka bagi keluarga, akan tetapi kehilangan juga buat kita semua.

“Bagi saya almarhum adalah mujahid dakwah yang hidupnya dihibahkan untuk menegakkan kebenaran,” kata anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD-RI).

HJ. Fahira Idris, M.H

Fahira menambahkan Jalan dakwah yang dipilih almarhum tidak lepas dari ilmu yang beliau miliki.  “Luasnya ilmu ini karena beliau adalah tokoh pembelajar sejati,” tambahnya.

Ketua Umum Bang Japar ini menggambarkan sosok Allahyarham Kyai Iqbal Siregar sebagai sosok yang bukan hanya luas keilmuannya akan tetapi juga cerdas dalam berkomunikasi.

“Saya menyebut beliau adalah orator kebenaran, orator yang memotivasi siapapun yang mendengarkan beliau untuk bergerak menuju kebaikan,” ungkapnya.

 

Dr. Sutrisno Muslimin

Sementar itu, Dr. Sutrisno Muslimin mengatakan bahwa sosok Allahyarham ustadz Iqbal Siregar adalah sosok yang berbeda diantara para ulama dan ustadz yang banyak ditemuinya.

“Saya banyak bertemu para ulama, para ustadz di Jakarta, tetapi ustadz Iqbal dan ustadz Aslih ini berbeda,” ujarnya.

“Saya melihat yang paling berbeda itu energi positifnya, energinya yang banyak, energinya yang luar biasa,” terangnya.

“Dia gak pernah lelah, dia gak pernah bilang capek, dia gak pernah bilang sakit dan dia gak pernah bilang tidak punya. Dia akan selalu berangkat untuk hadir acara apapun yang kita adakan,” kenang Dr.Sutrisno Muslim.

lebih lanjut Ketua Pelaksana Harian Sekolah Bakti Mulia 400 ini mengatakan bahwa ia sangat terinspirasi dengan kedua sosok ini (ustadz Iqbal dan ustadz Aslih Ridwan, red).

“Bagi saya seandainya kita semuanya seperti itu, akan banyak yang bisa diperbuat untuk umat,” ujarnya.

KH. Nasir Zein, MA

KH. Nasir Zein, MA, Kepala Divisi Pengkajian dan Pendidikan PPPIJ dalam tausyiahnya mengatakan, kita sepakat memandang beliau ini orang tidak pernah redup semangatnya.

“Beliau dengan penyakit yang beliau alami berusaha untuk terus aktif, sampai bicaranya susah. Tetapi beliau tetap semangat,” ujarnya.

Pimpinan Pondok Pesantren Rafah Bogor ini lebih lanjut mengatakan, banyak tanda-tanda beliau ini husnul khotimah yang Allah berikan kepada almarhum, diantaranya almarhum ini diuji dengan penyakit yang sangat berat bahkan melakukan operasi menjelang wafatnya.

“Allah kalau sudah mencintai hambaNya, hambaNya itu diuji. Ujian yang dialami almagfurlah KH. Muhamad Iqbal dalam rangka mengangkat derajat beliau, Allah angkat derajat beliau dengan ujian dan penyakit itu beliau hadapi dengan sabar. Dan orang sabarlah yang mendapat berita gembira dari Allah SWT,” terang Kyai Nasir Zein.

Yang kedua lanjut Kyai Zein, sebagai pertanda beliau mendapat husnul khotimah, beliau sampai menjelang wafatnya itu sibuk dengan kebaikan, rasa tanggung jawab yang sangat luar biasa.

“Saya perhatikan walau beliau dalam keadaan sakit tetap berusaha untuk hadir rapat di JIC, dan inilah yang sudah diisyaratkan nabi kita Muhammad SAW dalam salah satu haditsnya “Apabila Allah menginginkan kebaikan untuk hambaNya, maka hambaNya itu dipakai oleh Allah SWT, orang itu disibukan dengan kebaikan, dengan amal sholeh dengan kebajikan, dengan perjuangan, dengan  jihad, dengan dakwah hingga beliau wafat,” jelasnya.

Acara Dzikir, Tahlil, dan Doa Bersama 7 hari wafatnya KH. Muhammad Iqbal Siregar yang digelar secara hybrid ini dihadiri oleh kolega dan tokoh nasional diantaranya, Dr. Hamdan Zoelva, Dr. Mardani Ali Sera, H. Syarief Hidayatullah, KH. Subki, Lc, KH. Dr. Didi Supandi, Ustadz Mohammad Zein, Msi, KH.Sulaiman Rohimin, Ir. Sukri Kardjono. [irfan]

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

five + 13 =