KUNCI BERLAPANG DADA

Ilustrasi

JIC – Hingga hari ini, seluruh kehidupan kita masih dilingkupi pandemi. Hampir dua tahun, dan walau kini sudah mulai beragam aktivitas dilakukan, masih banyak yang sulit bangkit. Dibutuhkan energi besar untuk bertahan, bangun, dan berlari meraih kebaikan. Untuk mendapatkannya, latihan berlapang dada menjadi salah satu kuncinya agar perkara apa pun yang dialami tetaplah baik.

Diriwayatkan dari Shuhaib RA, Rasulullah SAW bersabda, “Urusan orang mukmin itu mengherankan. Sesungguhnya, semua perkaranya baik. Yang demikian itu hanyalah bagi orang mukmin. Yaitu, jika mendapatkan kegembiraan, dia bersyukur dan itu menjadi kebaikan baginya. Dan jika ditimpa kemudharatan, dia bersabar. Yang demikian menjadi suatu kebaikan baginya.” (HR Muslim).

Berlapang dada artinya bersabar, penuh ikhlas, dan rela menghadapi setiap ujian, khususnya kesulitan. Hati yang hakiki, diisi oleh zikir dan keimanan yang terus dikuatkan. Rohani yang terbina karena sepenuhnya diisi oleh kesungguhan, kebaikan, dan tindakan terpuji yang memuliakan Tuhan, alam, dan kemanusiaan.

Sikap aktif dan hanya rohani manusia yang membutuhkan sikap lapang dada. Manusia harus berusaha meraihnya secara bertahap agar mampu memimpin diri sendiri juga orang lain. Tanda kepemimpinan seseorang itu adalah luasnya dada.

Makna dari salah satu hadis tersebut bahwa mereka yang mendapatkan amanah kepemimpinan harus bertanggung jawab dengan tugasnya itu dengan baik dan sabar. Bergaul dengan banyak manusia, mampu mengatur dengan baik, tidak fanatik dan mengutamakan kepentingan bersama, juga bersabar dalam proses.

Berlapang dada tak hanya dimiliki nabi dan rasul, tapi setiap manusia yang berusaha untuk meraihnya. Bertahap dan mulailah dengan latihan mengokohkan keimanan, belajar dengan tekun, terus menebar kebaikan, dan menikmati semua proses dengan kesabaran. Sadarilah, tidak semua kebaikan selalu direspons manusia lain dengan ucapan terima kasih dan kebaikan.

Kadang, muncul iri dengki karena takut tersaingi. Takut kalah pamor oleh teman, tetangga, saudara, kawan, atau rekan yang terus berprestasi dan menebar kemanfaatan. Oleh karena itu, tak perlu menunggu tepuk tangan, terima kasih, apalagi sanjungan. Bergeraklah di jalan sunyi melakukan pencerahan, pemberdayaan, dan memajukan. Biarkan tangan kiri tak tahu dengan tangan kanan yang tengah membantu.

Pada makna spiritual, berlapang dada artinya Allah SWT membukakan roh manusia sehingga dapat memperoleh hidayah-Nya. Mengalirlah dari lisannya segala ucapan terbaik. Semua perbuatannya untuk kemuliaan dan kebaikan bagi lingkungan dan kemanusiaan.

Sumber : republika.id

Jakarta Islamic Centre

Read Previous

SERANGAN 11 SEPTEMBER: CERITA IMAM INDONESIA DI NEW YORK, KETIKA CITRA ISLAM ‘IKUT RUNTUH’, IA DIPELUK TETANGGA KATOLIK DAN DIKIRIM BUNGA OLEH PENDETA (3)

Read Next

ARTI “DIBERI HIKMAH” DALAM AL-QUR’AN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

9 + ten =