MUI SERU KEMBALI RAPATKAN SHAF SHALAT

0
337

JIC- Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam bayannya yang diterbitkan (10/3) mengajak umat Islam di seluruh Tanah Air kembali merapatkan shaf saat shalat berjamaah. Shalat tanpa jarak dinilai sudah relatif aman seiring kasus konfirmasi positif Covid-19 yang terus menunjukkan tren penurunan dan berbagai kebijakan pelonggaran aktivitas sosial yang diambil pemerintah.

Pemerintah telah mengambil kebijakan melakukan pelonggaran aktivitas masyarakat, termasuk untuk transportasi umum seperti pesawat terbang dan kereta api. Duduk di KRL kini tidak perlu lagi jaga jarak dan bisa diisi 100 persen kapasitas.

Syarat PCR atau antigen dengan hasil negatif Covid-19 juga tak lagi berlaku. Pelaku perjalanan dari luar negeri pun kini hanya menjalani karantina 1×24 jam.

Ketua Bidang Fatwa MUI KH Asrorun Niam Sholeh mengatakan, fatwa MUI di awal pandemi yang membolehkan perenggangan shaf ketika shalat merupakan rukhshah atau dispensasi karena ada udzur mencegah penularan wabah. Dengan melandainya kasus serta adanya pelonggaran aktivitas sosial, termasuk aturan jaga jarak di dalam aktivitas publik, maka udzur yang menjadi dasar adanya dispensasi sudah hilang.

“Dengan demikian, aktivitas ibadah shalat jamaah juga dapat dilaksanakan dengan merapatkan shaf, tanpa berjarak, sehingga shalat jamaah kembali pada aturan semula, dirapatkan. Merapatkan shaf saat berjamaah dengan tetap menjaga kesehatan,” kata Asrorun Niam, Kamis (10/3).

“Umat Islam wajib menyelenggarakan shalat Jumat dan boleh menyelenggarakan aktifitas ibadah yang melibatkan orang banyak, seperti jamaah shalat lima waktu/rawatib, shalat Tarawih dan Ied di masjid atau tempat umum lainnya, serta menghadiri pengajian umum dan majelis taklim dengan tetap menjaga diri agar tidak terpapar COVID-19”. isi bayan MUI yang dirilis, Kamis (10/3).

Diakhir bayannya MUI menghimbau umat Islam untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan memperbanyak ibadah, taubat, istighfar, dzikir, memperbanyak shalawat, sedekah, serta senantiasa berdoa kepada Allah SWT agar diberikan perlindungan dan keselamatan dari musibah dan marabahaya (daf’u al-bala’), khususnya dari wabah Covid-19.

“Menyambut Bulan Ramadhan, umat Islam diharapkan menyiapkan diri lahir dan batin dengan menjalankan berbagai syiar keagamaan. Pengajian dan aktifitas keagamaan lain yang biasa dilakukan di Bulan Ramadhan seperti shalat Tarawih, tadarus al-Quran, qiyamul lail, ifthar jamai dapat dilakukan dengan tetap disiplin menjaga kesehatan.” tutup bayan MUI. [fan]

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here