MUI Tolak Pemilihan Miss World 2013

0
127

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menolak diselenggarakannya Pemilihan Miss World 2013 di Indonesia. MUI minta agar pemerintah tidak memberikan ijin penyelenggaraannya karena dinilai tidak sesuai dengan nilai-nilai agama Islam dan budaya Indonesia. Demikian pernyataan resmi MUI dalam Jumpa Pers yang dibacakan Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus MUI Pusat Dr. H. Amirsyah Tambunan di Jakarta, Jum’at (23/8) sore sehubungan akan digelarnya ajang pemilihan Miss World 2013.

Seperti diketahui, babak penyisihan pemilihan Miss World 2013 direncanakan akan diselenggarakan di Bali. Sedangkan babak final akan diselenggarakan di Sentul World Trade Centre, Bogor, Jawa Barat. Sehubungan dengan adanya pro kontra di tengah masyarakat luas, termasuk adanya surat resmi dari Pengurus MUI Bogor dan Jawa Timur, maka hasil rapat pimpinan MUI Pusat memutuskan menolak sekaligus meminta pemerintah agar melarang acara pemilihan World 2013 diselenggarakan di Indonesia. Hadir dalam jumpa pers MUI Ketua Dr. H. Sinansari Ecip, Ketua KH. Muhyiddin Junaidi dan Wakil Sekjen Natsir Zubaidi.

Jakarta Majelis Ulama Indonesia (MUI) menolak diselenggarakannya Pemilihan Miss World 2013 di Indonesia. MUI minta agar pemerintah tidak memberikan ijin penyelenggaraannya karena dinilai tidak sesuai dengan nilai-nilai agama Islam dan budaya Indonesia. Demikian pernyataan resmi MUI dalam Jumpa Pers yang dibacakan Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus MUI Pusat Dr. H. Amirsyah Tambunan di Jakarta, Jum’at (23/8) sore sehubungan akan digelarnya ajang pemilihan Miss World 2013.

Seperti diketahui, babak penyisihan pemilihan Miss World 2013 direncanakan akan diselenggarakan di Bali. Sedangkan babak final akan diselenggarakan di Sentul World Trade Centre, Bogor, Jawa Barat. Sehubungan dengan adanya pro kontra di tengah masyarakat luas, termasuk adanya surat resmi dari Pengurus MUI Bogor dan Jawa Timur, maka hasil rapat pimpinan MUI Pusat memutuskan menolak sekaligus meminta pemerintah agar melarang acara pemilihan World 2013 diselenggarakan di Indonesia. Hadir dalam jumpa pers MUI Ketua Dr. H. Sinansari Ecip, Ketua KH. Muhyiddin Junaidi dan Wakil Sekjen Natsir Zubaidi.

Dikemukakan, pemilihan Miss World 2013 merupakan ajang kecantikan dunia yang melibatkan 140 negara dalam bentuk liberalisasi dan kapitalisasi ekonomi duia terhadap Negara Kesatuan RI. Acara tersebut, menurut MUI , menghabiskan dana sangat besar dan karenanya merupakan perbuatan mubadzdzir atau sia-sia.

Penolakan itu, dilakukan MUI juga dengan berbagai alasan lain keagamaan yakni, berdasarkan ayat Al-Qur’an Surat Al-Ahzab ayat 59 yang memerintahkan kaum perempuan menutupi serta tidak memamerkan auratnya.  Berbagai hadits Nabi juga menyebutkan bahwa aurat kaum perempuan adalah meliputi seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan.

Kecuali itu, ajang pemilihan Miss World juga bertentangan dengan semangat konstitusi  UUD 1945, terutama pasal 32 ayat (1), dimana negara bertugas memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia dengan menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai-nilai buidayanya. Pemilihan Miss World merupakan bentuk kontes kecantikan yang tidak sesuai dengan budaya Indonesia.

“Di mata masyarakat Indonesia, pemilihan Ksis World terkesan merendahkan, me;ecehkan budaya bangsa. Dan mempertontonkan aurat perempuan adalah merendahkan harkat dan martabat kaum perempuan,” tegas pernyataan MUI itu. “Dalam ajaran Islam, ditegaskan bahwa memamerkan aurat wanita dan mempertontotnkan kegenitan berjalan (tabarruj) di depan publik adalah perbuatan dosa yang bertentangan dengan ajaran agama,” tulis pernyataan MUI itu.

Menjawab pertanyaan, Ketua MUI Kiai Muhyiddin mengemukakan bahwa ajang acara Miss World itu tidak ada manfaatnya, bahkan mendatangkan madlorot bagi pembangunan kemanusiaan, khususnya bagi kaum perempuan. “Indonesia merupakan salah satu anggota OKI. Seharusnya Indonesia memberikan contoh yang baik bagi negara-negara muslim lainnya. Apalagi sudah jelas bahwa acara itu sangat bertentangan dengan nilai-nilai ajaran Islam,” tegas Kiai Muhyiddin.

Eksploitasi Perempuan

Secara terpisah, pimpinan Pondok Pesantren Asy-Syafi’iyah Jakarta Ny. H. Tuti Alawiyah Abdullah Syafi’ie juga dengan tegas menolak diselenggarakannya Miss World di Indonesia. Menurut Tuti, acara itu secara tidak langsung merupakan eksploitasi kecantikan kaum perempuan yang sama sekali tidak bisa diterima oleh akal sehat maupun ajaran agama Islam yang sangat menjunjung tinggi nilai martabat kaum perempuan.

“Saya harap agar pemerintah tidak memberikan ijin penyelenggaraannya. Selain bertentangan dengan nilai-nilai ajaran Islam, Miss World juga bertentangan dengan budaya bangsa Indonesia. Itu hanya merupakan ajang main-main dimana kaum perempuan yang menjadi obyeknya. Sungguh sangat memalukan,” ujar Tuti Alawiyah yang juga salah seorang Ketua Pengurus MUI Pusat dan pimpinan Badan Kordinasi Majelis Taklim itu. (Qr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here