Home News Update SIAPA SAJA YANG MEMILIH JOKOWI DAN PRABOWO BERDASARKAN EXIT POLL DAN QUICK...

SIAPA SAJA YANG MEMILIH JOKOWI DAN PRABOWO BERDASARKAN EXIT POLL DAN QUICK COUNT?

0
340

Kubu Prabowo mungkin unggul tipis dalam perolehan suara kaum muda, namun kubu Jokowi banyak dipilih kaum perempuan, menurut exit poll sejumlah lembaga survei.

JIC, JAKARTA–Berdasarkan hasil exit poll yang dilakukan dua lembaga survei, Joko Widodo-Ma’ruf Amin banyak dipilih kaum perempuan dibandingkan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Sementara, kubu Prabowo mungkin unggul tipis dalam meraup suara para pemilih muda dan pemilih Islam.

Hasil quick count atau hitung cepat sejumlah lembaga survei menyatakan Jokowi unggul dalam pemilihan presiden 2019 dengan perolehan suara sekitar 54%.

Sementara itu, hasil penghitungan sementara Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia yang sudah mencapai 20% pada Selasa siang (23/04), menunjukkan Jokowi unggul sekitar 55%.

Profil para pemilih dijabarkan dalam penelitian exit poll dan quick count yang dilakukan berbagai lembaga survei.

Jokowi berpotensi unggul di kalangan perempuan

Litbang Kompas yang mewawancarai 7.918 responden di 2.000 TPS, dengan nirpencuplikan atau margin of error sekitar 1,45%, menunjukkan bahwa 50,7% pemilih Jokowi dan Ma’ruf adalah perempuan.

Sementara, data exit poll itu menunjukkan persentase pemilih perempuan di kubu Prabowo adalah 48,4%.

Indikator Politik Indonesia yang mewawancarai 2.975 responden dari 2.975 TPS dengan nirpencuplikan sekitar 2%, menunjukkan hal serupa.

PilpresHak atas fotoANTARA
Image captionHasil exit poll yang dilakukan Litbang Kompas dan Indikator Politik menunjukkan lebih banyak perempuan yang memberikan suara untuk Jokowi dibanding untuk Prabowo.

Dari total pemilih perempuan yang mereka wawancarai, 55% mencoblos untuk Jokowi dan Ma’ruf.

Suara pemilih perempuan dianggap berpengaruh karena jumlahnya yang lebih banyak dibanding pemilih laki-laki.

Daftar Pemilih Tetap untuk Pemilu 2019 mencakup sekitar 190 juta pemilih dengan jumlah pemilih laki-laki sebanyak 95,37 juta jiwa dan pemilih perempuan sebanyak 95,40 juta orang.

Pada pilkada serentak tahun 2018, KPU mengatakan partisipasi pemilih perempuan lebih tinggi dibanding pemilih laki-laki dengan perbandingan sekitar 76% dan 69%.

PrabowoHak atas fotoFENY SELLY/ANTARA
Image captionPengamat politik Luky Sandra menyebut konsep partai “emak-emak” yang diusung Prabowo belum bisa menarik pemilih rasional.

Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Luky Sandra Amalia, mengatakan tren pemilih perempuan yang lebih banyak di kubu Jokowi terjadi karena konsep partai “emak-emak” yang diangkat Prabowo, dengan penekanan pada harga sembako mahal, belum berhasil.

Luky mengatakan konsep yang disebutnya erat dengan pemahaman “domestikasi” perempuan itu cenderung tidak menarik untuk kelompok perempuan yang memilih secara rasional.

Di sisi lain, kata Luky, kubu Jokowi menunjukkan perspektif gender yang lebih baik.

Ia menambahkan NU juga berperan positif dalam perolehan suara kubu Jokowi.

“Kalau di Jawa Timur lebih karena ada faktor Muslimat dan Fatayat NU,” ujarnya.

sumber : bbcindonesia.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

14 + 16 =