SUNAN-GUNUNG-JATI-POLITIKUS-SEKALIGUS-SANG-PENAKLUK

Ilustrasi Sunan Gunung Jati. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, JICSunan Gunung Jati bukan hanya dikenal sebagai anggota wali songo. Namanya juga masyhur sebagai politikus ulung, penakluk banyak kesultanan di daerah Cirebon dan Banten.

Sunan Gunung Jati memperkuat posisinya sebagai politikus untuk menyebarkan Islam di sebagian besar wilayah Jawa Barat.

Wawan Hernawan dan Ading Kusdiana dalam ‘Biografi Sunan Gunung Jati, Sang Penata Agama di Tanah Sunda’ (2020), menyebut Sunan Gunung Jati mengadopsi pola dakwah di Timur Tengah yang lugas. Ia juga merupakan satu-satunya anggota dewan wali songo yang memimpin pemerintahan.

Sunan Gunung Jati berhasil mengubah Cirebon menjadi pusat industri niaga dan pergaulan dunia. Sejak saat itu, Islam kemudian meluas ke wilayah Luragung Kuningan, Raja Galuh Majalengka, Sindang Kasih, dan Indramayu. Termasuk ke Pasundan dan Banten.

Syarif Hidayatullah–nama Sunan Gunung Jati–adalah putra dari Sultan Hud, seorang penguasa Bani Israil. Syarif Hidayatullah adalah anak dari hasil pernikahannya dengan Nyari Rara Santang.

Naskah Mertasinga yang dialih-bahasakan Amman N. Wahyu dan diberi judul ‘Sajarah Wali’, menyebut Syarif Hidayat adalah keturunan kedelapan dari Nabi Muhammad Saw.

Nasabnya bersambung melalui ayahnya, Sultan Hud yang merupakan putra Raja Odhara, Raja Mesir. Lalu bersambung ke Jumadil Kabir, Zainal Kabir, Zainal Abidin, dan Husein yang merupakan putra dari pernikahan putri Nabi, Siti Fatimah dan Sahabat Ali bin Abi Thalib Ra.

Sang Penakluk

Dalam catatan para sejarawan, wilayah penyebaran Islam Sunan Gunung Jati di Pasundan meliputi Ukur, Cibaliung (Kabupaten Bandung), Timbanganten (Kabupaten Garut), Pasir Luhur, Batu Layang, dan Pengadingan (wilayah Barat dan Selatan Sumedang Larang).

Sejarawan sekaligus budayawan asal Cirebon, Opan Sapari mengatakan Sunan Gunung Jati memiliki gelar kenegaraan selain sebagai anggota dewan wali songo. Kata Opan, itu yang membedakan Sunan Gunung Jati dengan anggota wali songo yang lain.

“Itu ada gelar keagamaan, ada kenegaraan. Keagamaan dia sebagai anggota dewan wali songo. Gelar kenegaraan beliau sebagai raja,” kata dia saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (6/4).

 

Syarif Hidayatullah telah mengubah sistem dan struktur pemerintahan dengan prinsip kekuasaan religius. Paham itu memandang bahwa kekuasaan berasal dari alam gaib atau dari Yang Ilaahi. Dengan demikian, manusia yang berkuasa bukan manusia biasa lagi, melainkan bagian dari alam adi duniawi.

Setelah mengislamkan Raja Padjajaran, Sunan Gunung Jati kemudian meluaskan dakwahnya ke Banten. Di sana, ia berhasil mengislamkan Ki Gedeng Kawunganten beserta rakyatnya. Sunan Gunung Jati juga menikahi putri Ki Gedeng Kawunganten, Nyai Kawunganten.

Syarif Hidayat banyak menjalin hubungan dengan tokoh-tokoh penting melalui pernikahan dalam memperkuat pengaruh dan kedudukannya untuk menyebarkan Islam.

Menurutnya, Kerajaan Cirebon menerapkan sistem pemerintahan monarkhi heridetis. Dengan sistem itu, kekuasaan dalam bidang keagamaan dan bidang politik semuanya berada di tangan sultan. Sehingga, ucapan sultan dalam bentuk pesan-pesan moral ataupun larangan-larangan, akan menjadi aturan hukum yang berlaku.

(thr/ain)

Sumber : cnnindonesia.com

Jakarta Islamic Centre

Read Previous

TENGOK SITUASI COVID INDIA, MUI JATIM IMBAU SALAT ID DI RUMAH

Read Next

KETIKA SA’AD BIN ABI WAQQASH DIMINTA BERHENTI MEMELUK ISLAM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eleven − 1 =