TAWAKAL DALAM MENCARI REZEKI ALLAH

TAWAKAL DALAM MENCARI REZEKI ALLAH

JIC – Allah SWT berfirman kepada Nabi Musa as, “Wahai Musa jadilah engkau seperti burung yang sendirian, memakan dari makanan yang berada di atas pohon yang tinggi, minumlah dari air yang jernih, apabila masuk waktu malam hari, burung tersebut masuk ke dalam sarangnya tanpa memikirkan makanan untuk esok harinya.”

Rasulullah SAW bersabda,  Ada 2 kelompok manusia yang ditanya oleh Allah SWT setelah kematiannya.  Orang yang pertama ditanya oleh Allah SWT tentang kekayaan, “Wahai engkau, apa yang kau inginkan dari pekerjaanmu usahamu di dunia sehingga Aku takdirkan engkau menjadi orang kaya?

Orang itu menjawab, “Ya Allah aku bekerja keras agar ketika aku mati, anak istriku tidak menjadi orang miskin karena memiliki banyak harta yang aku tinggalkan.” 

Allah menyatakan, “Karena engkau tidak percaya akan rizqi dariKu, Aku akan membuat anak-anakmu saling berebut dari harta yang kamu tinggalkan sehingga engkau susah sedih di akhirat karena ulah anak-anakmu.”

Orang yang kedua juga ditanya oleh Allah dengan pertanyaan yang sama, dia pun menjawab; “Aku bekerja ya Allah hanya sebagai jalan sebab untuk mendapatkan rizqi-Mu, sedangkan anak istriku, aku pasrahkan kepada-Mu ya Allah.”

Allah SWT pun menyatakan, “Wahai hamba-Ku, karena engkau berpasrah kepada-Ku, Aku yang akan menjaga anak istrimu, bersenanglah-senanglah engkau di akhirat, dan anak istrimu-pun akan bersamamu dalam kenikmatan akhirat jika Aku telah tentukan mereka wafat.”

Suatu saat Malik bin Dinar berjalan dengan seorang temannya, di tengah padang pasir, dalam keadaan kehausan Malik bin Dinar melihat sekelompok kijang berkumpul di satu tempat di tengah padang pasir, maka beliaupun berfikir pasti segerombolan kijang tersebut tengah meminum di-oase. Setelah beliau hampiri, ternyata segerombolan kijang tersebut meminum dari sumur. Malik bin Dinar keheranan, bagaimana bisa segerombolan kijang tersebut meminum dari sumur sedangkan airnya berada di bawah. Dan ternyata air dari sumur tersebut naik ke atas.

Beliau memohon kepada Allah, agar memberi petunjuk kenapa air di sumur tersebut naik ke atas. Allah mendatangkan seorang budak hitam kepada beliau, dan sang budak tersebut berkata, “Wahai Malik bin Dinar, kawanan kijang tersebut mendatangi sumur dengan tawakkal kepada Allah, maka Allah-pun mengangkat air dari dalam sumur sehingga kijang-kijang tersebut dapat meminum air dari dalam sumur yang sudah terangkat airnya”.

“Wahai Malik bin Dinar, jika engkau bertawakkal kepada Allah SWT untuk mendapatkan rizqi-Nya seperti kawanan kijang tersebut, niscaya Allah-pun akan memberikan kepadamu rizqi dari sisi-Nya”.

semoga kita semua tergolong ke dalam hamba-hamba Allah yang bertawakal baik dalam menghadapi persoalan hidup maupun dalam mencari rizki-Nya. Aamiin.
Sumber: Sejarah Ahlul Bait Rasulullah

Jakarta Islamic Centre

Read Previous

TRADISI RATIB HAJI SANG MUFTI BETAWI

Read Next

INI BUKU PEDOMAN MENULIS SURAT KARYA CENDIKIAWAN MUSLIM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

seven − two =