WISATA HALAL ADALAH HAJAT BESAR YANG TAK BISA DIELAKAN

JIC- Buka Festival dan Konferensi Wisata Halal, KH. Muhammad Subki sebut wisata halal adalah sebuah hajat besar yang tidak bisa dielakan terkhusus bagi kaum muslimin.

Kepala Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam Jakarta ini mengatakan, sebagai umat Islam kita juga tidak bisa melepaskan prinsip-prinsip dakwah, termasuk di dalam pariwisata.

Kiai Subki menambahkan bahwa tujuan dihelatnya acara ini agar dapat menghadirkan pariwisata yang ramah. Ramah dengan lingkungan dan ramah dengan konsep hukum.

“Artinya tidak nyerempet sesuatu yang diharamkan oleh agama,” ujarnya di Ballroom Grand Cempaka, Jumat (28/10/2022).

Maka, lanjut kiai Subki ada semacam amanah dan kewajiban di dalam diri kita semua, bagaimana pariwisata ini disalurkan tetap dengan cara-cara yang tidak bertentangan dengan hukum, baik hukum agama maupun hukum negara.

Sementara itu Kepala Sub Divisi Ekonomi Syariah, mengatakan bahwa acara yang digagasnya ini didasari dari salah satu program prioritas Kementerian Pariwisata yang salah satunya adalah pengembangan pariwisata halal Indonesia.

Andrian lebih lanjut mengatakan, bahwa potensi wisata halal sangat berpeluang besar dalam membangun bisnis, terutama bisnis halal.

“Data GMTI 2019 menunjukkan bahwa hingga tahun 2030, jumlah wisatawan muslim diproyeksikan akan menembus angka 230 juta di seluruh dunia,” ujar Andrian.

“Dengan event ini, JIC menargetkan ada setidaknya 10 juta wisatawan datang ke Jakarta untuk menikmati wisata halal. Dan menjadikan Jakarta sebagai salah satu destinasi wisata halal dari seluruh dunia.” Pungkasnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

Jakarta Islamic Centre

Read Previous

JIEF 2022, JIC USUNG TEMA TRANSFORMASI DIGITAL PENDIDIKAN ISLAM

Read Next

SOSIALISASI FATWA DSN, MUI: SEBAGAI BENTUK KOMITMEN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Konsultasi Online JIC
Kirimkan pertanyaan kepada kami...