ISLAMIC BOOK FAIR 2018 ANGKAT TEMA ‘MERAIH KEJAYAAN ISLAM MELALUI LITERASI’

JIC, Jakarta — Ajang pameran dan literasi buku-buku Islam atau Islamic Book Fair (IBF) akan kembali digelar tahun depan. Ketua Panitia Pelaksana IBF 2018, M. Anis Baswedan mengatakan rencananya IBF 2018 akan dilaksanakan pada 18 sampai 22 April 2018.

IBF sendiri diselenggarakan oleh Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) DKI. Pameran buku Islam terbesar di Indonesia bahkan Asia Tenggara itu digelar setiap tahun. IBF 2018 merupakan IBF yang ke-17.

Awalnya, Istora Senayan selalu menjadi tempat favorit IBF pertama sampai ke-15 diadakan. Namun mulai IBF ke-16 tahun 2017 tempatnya dipindahkan ke Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta.

“Seperti tahun 2017, IBF  2018 akan digelar di  JCC. InsyaAllah, pelaksanaannya masih di tempat yang sama,” ujar Anis.

Pihaknya berharap, pada penyelenggaraan IBF tahun depan dapat memberikan yang terbaik bagi para pecinta buku, peserta pameran, pengunjung, dan seluruh stakeholders dunia literasi.

“Panitia penyelenggara telah menyiapkan berbagai hal untuk menyambut event pameran buku Islam yang terbesar ini. Mulai dari promosi, publikasi, silaturahim ke pihak sponsor, juga ke lingkup pesantren, kampus, sekolah, instansi terkait dan masyarakat,” papar Anis menambahkan.

Dengan berbagai upaya tersebut, Anis berharap mendapatkan tanggapan positif dari banyak pihak, terutama para sponsor dan peserta pameran. Adapun peserta yang terlibat dalam IBF tahun lalu sekitar 200 sampai 300 orang.

“Tahun ini kami harapkan minimal sama dengan tahun lalu,” ujar direktur Penerbit Akbar Media ini.

Begitu pula dengan jumlah pengunjung pameran. Dari beberapa pameran buku yang pernah diselenggarakan IBF selalu dipadati para pengunjung.

“Sewaktu di Istora dulu, jumlahnya bisa mencapai 400.000 sampai 450.000 pengunjung selama 10 hari. Sedangkan di JCC, jumlahnya sekitar 150.000 sampai 200.000, karena waktu penyelenggaraannya hanya lima hari,” kata dia.

Lanjut Anis, IBF di Istora Senayan digelar selama 10 hari. Dari hari Jumat sampai hari Minggu pekan berikutnya. Sedangkan, IBF di JCC digelar hanya lima hari, dari hari Rabu sampai Minggu.

Sebenarnya, jumlah pengunjung pameran bisa didata secara lengkap melalui tiket masuk. Namun, karena kebijakan panitia, ada jaringan dan sekolah atau pesantren yang diberikan keringanan masuk.

“Ini bagian dari upaya Ikapi DKI dalam menumbuhkan minat baca masyarakat, khususnya di kalangan pelajar,” kata dia.

Mengenai tiket masuk IBF  2018, pihaknya tetap akan memberlakukannya. Tahun lalu, tiket masuk pameran sebesar Rp 5.000.  “Untuk tahun 2018, masih kami diskusikan. Apakah nanti mau dinaikkan hingga Rp 10.000  atau tetap dengan harga Rp 5.000 per tiket,” ujar Anis.

Kendati demikian, Anis dan pihaknya berharap IBF 2018 mampu menumbuhkan minat baca masyarakat. Karena itu, ia mengajak lembaga pemerintah seperti Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Kementerian Agama (Kemeng), Kementerian Sosial (Kemensos), Kementerian Desa dan Percepatan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), Badan Ekonomi Kreatif (BeKraf) serta lembaga terkait lainnya untuk turut serta mengikuti pameran buku-buku Islam ini.

Sebagai langkah persiapan, pada Rabu (04/10/2017), bertempat di gedung Perpustakaan DKI Jakarta, Taman Ismail Marzuki. Pihaknya mengundang para penerbit untuk memilih stan pameran.

“Silakan para penerbit untuk memilih stan terbaik dan sesuai harapan mereka dalam memasarkan produk bukunya kepada khalayak,” kata dia.

Ketua Ikapi DKI Jakarta, Hikmat Kurnia menyatakan, pada IBF 2018 ini, panitia penyelenggara mengusung tema ‘Meraih Kejayaan Islam Melalui Literasi’. Tema ini dimaksudkan untuk memberi motivasi pada seluruh umat Islam, khususnya masyarakat Muslim di Indonesia, bahwa kemajuan dunia Islam itu sangat ditentukan oleh ilmu pengetahuan.

“Lihatlah hingga masa Dinasti Abbasiyah, bagaimana Islam begitu maju karena masyarakatnya melek buku. Pada masa itu, banyak bermunculan cendikiawan Muslim seperti Ibnu Sina, Ibnu Khaldun, Al Farabi, Al-Ghazali, dan lain-lainnya,” ujar Hikmat.

Sumber ; gomuslim.co.id

Jakarta Islamic Centre

Read Previous

PENGUKUHAN PB PMII 2017-2019 DISELENGGARAKAN DI JAKARTA ISLAMIC CENTRE

Read Next

STEI TAZKIA RESMIKAN PUSAT KAJIAN FINTECH SYARIAH

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

12 − three =