JIC, JAKARTA — Sekertaris Dewan Nasional Setara Institute Romo Benny Susetyo menyebut, kerukunan umat beragama di Indonesia seharusnya menjadi contoh bagi negara lain.
Hal itu disampaikannya dalam menyikapi pidato Ulama besar Indonesia Din Syamsuddin di depan para tokoh agama, termasuk Paus Fransiskus. Dalam pidato itu, Din menyampaikan tentang pentingnya perdamaian dan persatuan antar umat beragama. Romo Benny pun mengakui, Din sebagai tokoh Muslim dunia yang berupaya mewujudkan perdamaian dunia.
“Ditekankan penting agama menghentikan kekerasan dan berupaya menciptakan dunia beradabab. Kerukuan di Indonesia dipuji oleh Paus Fransiskus, Indonesia menjadi contoh bangsa lain,” katanya kepada Republika, Kamis (22/9).
Ia berharap, kemajemukan itu harus di jaga dan rawat agar tak lagi muncul konflik atas dasar agama. Ia pun ingin agar tak hanya masyarakat, melainkan negara juga ikut hadir menjaga kemajemukan dan kebersamaan.
“Upaya di lakukan pak Din syamsudin dalam rangka menerapkan nilai pancasila. Mendorong negara hadir menjaga kemajemukan dan kebersamaan sudah lama menjadi cara berpikir bertindak bernalar bangsa ini,” ujarnya.
Dikatakan Romo, Indonesia tak secara instan menjadi negara yang toleran. Sebab, sikap toleran Indonesia dipupuk lewat landasan Pancasila.
“Pancasila menyatukan perbedaan karena Pancasila kekuatan kita sebagai bangsa yang plural. Dia (Pancasila) menjadi pondasi rumah bersama meskipun berbeda agama, etnis, ideologi serta warna kulit disatukan oleh kesadaran yang sama. Ini di puji Paus Fransiskus bangsa ini memiliki pancasila,” tuturnya.










