ALHAMDULILLAH UNTUK JIC DAN KOTA JAKARTA

0
330

Banyak dari kita yang menyepelekan ucapaan Alhamdulillah, seakan-akan ucapan ini hanya berbuah pahala saja. Padahal, ucapan yang artinya adalah segala puji bagi Allah ini ternyata berefek langsung dalam masalah rezeki dan keberkahan kita sehari-hari. Kisah nyata Asep Haerul Gani, S.Psi, Pengasuh Pondok Pesantren Hypnotherapy, Ciputat yang pernah menjadi narasumber di beberapa kegiatan yang diselenggarakan oleh Jakarta Islamic Centre (JIC), di bawah ini yang dikutip dari buku karya KH.Wahfiudin Sakam, SE, MBA dan Abdul Latif, SE, MA tentang spiritualitas kerja membuktikannya.

Banyak dari kita yang menyepelekan ucapaan Alhamdulillah, seakan-akan ucapan ini hanya berbuah pahala saja. Padahal, ucapan yang artinya adalah segala puji bagi Allah ini ternyata berefek langsung dalam masalah rezeki dan keberkahan kita sehari-hari. Kisah nyata Asep Haerul Gani, S.Psi, Pengasuh Pondok Pesantren Hypnotherapy, Ciputat yang pernah menjadi narasumber di beberapa kegiatan yang diselenggarakan oleh Jakarta Islamic Centre (JIC), di bawah ini yang dikutip dari buku karya KH.Wahfiudin Sakam, SE, MBA dan Abdul Latif, SE, MA tentang spiritualitas kerja membuktikannya.

Suatu saat di siang hari, Kang Asep, panggilan akrab Asep Haerul Gani, menaiki sebuah taksi. Ketika ia baru menaiki taksi, tiba-tiba sang supir taksi dengan wajah tersirat keluh-kesahnya berkata kepada Kang Asep,”Pak terus terang, Pak. Bapak adalah penumpang saya yang pertama di siang hari ini. Terus terang hari ini adalah hari yang sulit; rasanya hidup ini berat. Narik taksi sulit.”

Kang Asep mendengar keluhan supir taksi itu kemudian bertanya,“Pak, memangnya

“Bicara apa ya? Oh iya, saya ingat. Tadi pagi, saya bicara kepada istri saya,’Bu, sekarang narik taksi semakin sulit. Hidup rasanya semakin berat.’ “Kata si supir taksi.

Kang Asep kemudian berkata,”Nah, itulah Pak yang membuat Bapak sulit menarik taksi hari ini karena Bapak sudah memilki believe, dzon, dugaan seperti itu.”

“Lalu bagaimana, Pak?” Tanya si supir taksi.

“Begini saja. Sekarang, Bapak maunya apa?Kang Asep balik bertanya.

“Saya maunya, setoran saya hari ini tertutup.”

“Berapa, Pak?”

“Ya, cukuplah Tiga ratus ribu.”

“Baik. Sekarang, Bapak bayangkan saja ada uang tiga ratus ribu. Pejamkan mata Bapak. Bayangkan uang tiga ratus ribu. Lihat Pak, angkanya.”

Si supir taksi membayangkan uang tiga ratus ribu rupiah. Kemudian Kang Asep meminta si supir taksi mencium uang tiga ratus ribu yang sedang dibayangkannya. Kang Asep bertanya kepada si supir taksi,”Enak nggak, Pak?”

“Enak.” Kata si supir taksi.

“Terus bagaimana bila Bapak dapat uang tiga ratus ribu hari ini?” Tanya Kang Asep.

“Alhamdulillah.”

“Bapak ucapkan apa, Pak?”

“Alhamdulillah, terima kasih ya Allah, Kau berikan ongkos tiga ratus ribu. Cukup untuk menutupi setoran hari ini. Terima kasih, ya Allah”

“Oke, Pak. Sekarang kita lanjutkan perjalanan,”kata Kang Asep.

Kemudian, taksi sampai ke tujuan. Kang Asep pun turun dari taksi dan memberikan sedikit tips. Baru saja beberapa langkah Kang Asep turun dari taksi, tiba-tiba seorang ibu menghentikan taksi tersebut dan si ibu berkata kepada supir taksi,”Tolong cepat antar saya ke Cikarang bolak-balik. Pokoknya berapa pun biayanya saya akan bayar.”

Si supir taksi memperkirakan ongkos taksinya sekitar tiga ratus ribu. Si supir taksi berkata kepada si ibu, penumpang barunya,” Silahkan masuk, Bu. Tapi, mohon ma`af, Bu. saya mau bicara sebentar kepada penumpang taksi sebelumnya.”

“Oh iya, silahkan,” kata si ibu.

Lalu si supir taksi mengejar Kang Asep dan berkata,”Kang, tunggu sebentar, Kang.”

“Ada apa?”Tanya Kang Asep.

“Saya mau tanya, Kang Asep ini dukun ya?”

“Kok saya dibilang dukun?”

“Iya. Ini ternyata ada ibu-ibu yang minta diantar ke Cikarang harus cepat, pulang-pergi dan ongkosnya diperkirakan tiga ratus ribu. Kok Kang Asep bisa tahu?”Tanya si supir taksi dengan takjub.

Kang Asep menjawab,“Oh, itulah mekanisme di dalam berdoa. Jadi di dalam berdoa itu, satu yang penting adalah kita harus positive thinking kepada Allah karena di dalam sebuah hadits qudsi, Allah berfirman,’Ana `inda dzonni `abdibii, Aku tergantung prasangka hamba-Ku.’Nah tadi, Bapak sudah berprasangka positif kepada Allah bahwa Bapak akan mendapat ongkos hari ini tiga ratus ribu. Jadi, jangan pernah berpikir negatif kepada Allah. Dan kedua, tadi Bapak mengucapkan Alhamdulillah. Bapak tahu, bahwa sebaik-baiknya dzikir adalah mengucapkan La Ilaha Ilallah dan sebaik-baiknya doa adalah mengucapkan Alhamdulillah dan Bapak telah mengucapkan doa yang terbaik.”

Maka terinspirasi dari kisah Kang Asep dan Supir Taksi di atas, Keluarga Besar Jakarta Islamic Centre (JIC) mengucapkan Alhamdulillah karena pada tahun 2013 ini JIC telah memasuki usia sepuluh tahun. Dengan ucapan ini, JIC berharap Allah SWT selalu melimpahkan keberkahan terhadap rencana dan kegiatan yang dilakukan oleh JIC di tahun ini dan di tahun-tahun yang akan dantang. Alhamdulillah ditujukan untuk Kota Jakarta yang pada bulan Juni ini memasuki usia ke-486. Selain ucapan Alhamdulillah, sebagai bentuk syukur yang lain dari Milad Ke-10 JIC, JIC menyelenggarakan berbagai even kegiatan dari tanggal 14 s/d 15 Juni 2013 berupa: JIC Expo dan Pekan Islam Ibukota dari tanggal 14 s/d 20 Mei 2013; Pelatihan QLP For Human Capital Development untuk Manajer HRD bersama KH. Wahfiudin Sakam, SE, MBA dan Abdul Latif, SE dengan bintang tamu Sandiaga Uno Sabtu, 15 Juni 2013; Pameran, Bazar dan Islamic Fashion Show Ahad, 16 Juni 2013; Lomba Cerdas Cermat Majelis Taklim 17 Juni 2013; Seminar Kebetawian dan Kejakartaan “Peran dan Kontribusi Ulama Betawi dalam Pembangunan Ibukota Provinsi DKI Jakarta Kini dan Esok” pada hari Senin pagi s/d siang 17 Juni 2013 bersama KH. Saifuddin Amsir, KH; Drs. H. Ridwan Saidi, KH. Wahfiudin Sakam, SE, MBA dengan Keynote Speaker Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla; Training Menjemput Impian Untuk Pelajar dan Mahasiswa Selasa, 18 Juni 2013; Lokakarya Pengurus Masjid Jakarta Utara, Lomba Marawis, Khitanan Anak Saleh, dan Lomba Desain Souvenir JIC Rabu, 19 Juni 2013; Puncak Acara Milad JIC Ke-10 20 Juni 2013 berupa Haul dan Dzikir Akbar serta usiyah dari jam 8 pagi sampai jam 12 siang bersama Gubernur DKI Jakarta dengan penceramah Prof. Dr. KH. Said Aqil Siradj, MA, dan acara lainnya. Untuk informasi kegiatan dan pendaftaran peserta dapat dilihat di situs www.islamic-center.or.id atau menghubungi panitia di 021-4413069 setiap hari kerja atau ke 081314165949. ***

 

Oleh: Rakhmad Zailani Kiki

Kepala Seksi Pengkajian JIC

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

16 − six =