COVID: MENGAPA MASIH ADA ORANG YANG MENYANGKAL PANDEMI MAUT ITU? (3)

Seorang pemilik kedai kopi memberikan makan siang gratis kepada pedagang kopi keliling di Gading Serpong, Tangerang saat PPKM.                                                                                              SUMBER GAMBAR,MUHAMMAD IQBAL/ANTARAFOTO

Bagaimana cara menanggapinya?

JIC,– Najmah mengatakan pemerintah harus menyadari bahwa literasi dalam membaca pesan-pesan kesehatan antar sosial-ekonomi itu berbeda sehingga ia menyarankan agar pesan kesehatan yang disampaikan sederhana dan menggunakan bahasa daerah.

Pemerintah juga perlu memperkuat jejaring pengaman bagi masyarakat rentan, Najmah menambahkan, agar faktor ekonomi tidak lagi menjadi penghalang untuk melakukan pencegahan terhadap Covid-19.

“Karena beberapa responden bilang lebih baik keluar rumah (dan berisiko kena Covid) daripada di rumah saja dan anak-anaknya tidak makan,” kata Najmah.

Pada tingkat individu, Amel menyarankan agar kita tidak membuang-buang energi dengan berusaha meyakinkan para penganut teori konspirasi, yang menurutnya “tidak bisa diselamatkan”. Alih-alih, kita perlu fokus untuk meyakinkan orang-orang yang masih abu-abu.

Cara yang utama adalah dengan meng-“inokulasi” mereka dengan informasi yang benar sebelum mereka terpapar informasi yang salah – seperti halnya vaksin.

Ini memang tidak gampang saat misinformasi dan hoaks menyebar dengan mudah melalui media sosial.

“Gimana caranya informasi yang betul sampai duluan, atau informasi yang betul dibombardir lebih banyak,” kata Amel.

Selain itu, Amel menyarankan pendekatan yang empatik dan dengan narasi yang menggugah emosi. Misalnya, benar-benar mendengarkan alasan seseorang tidak percaya Covid atau tidak mau melakukan pencegahan, dan menawarkan bantuan bila diperlukan.

“Daripada mereka dimarahi, disebut Covidiot, itu lebih membantu,” kata Amel.

Sumber : bbcindonesia.com

Jakarta Islamic Centre

Read Previous

COVID: MENGAPA MASIH ADA ORANG YANG MENYANGKAL PANDEMI MAUT ITU? (2)

Read Next

TANDA SABAR, IMAN, DAN BERAKAL MENURUT RASULULLAH SAW

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

twelve − 1 =