HABIB ABDURRAHMAN AL-QHADI

0
1056
habib-abdurrahman-al-qhadi

JIC– Habib Abdurrahman Segaf Assegaf atau lebih dikenal dengan Habib Abdurrahman Al-Qhadi adalah sosok ulama Ahlussunnah Wal Jamaah yang pernah ditunjuk oleh pemerintah sebagai mufi atau penghulu di kalangan koloni Arab. Secara nasab Habib Abdurrahman Al-Qhadi masih berhubungan erat dengan beberapa keluarga Assegaf lainnya, yaitu keluarga Sayyidul Walid Habib Abdurrahman Assegaf Bukit Duri Jakarta, keluarga Habib Abu Bakar bin Muhammad Assegaf Gresik, dan keluarga Habib Abdul Qadir Assegaf, Jeddah.

Nasabnya adalah Habib Abdurrahman (Al-Qhadi) bin Segaf bin Husein bin Abu Bakar bin Umar bin Segaf Muhammad (Al-Qhadi) bin Umar bin Thoha (Al-Qhadi)  bin Umar bin Thoha bin Umar ash-Shofi bin Abdurrahman bin Muhammad bin Ali bin Sayyidina Syekh Al-Imam Al-Qutb Abdurrahman Assegaf bin Syekh Muhammad (Maula Ad-Dawilayh) bin Syekh Ali (Shohibud Dark) bin Sayyidina Al-Imam Alwi Al-Ghuyur bin Sayyidina (Al-Imam Al-Faqih Al-Muqaddam) Muhammad bin Sayyidina Ali bin Sayyidina (Al-Imam) Muhammad (Shohib Marbath) bin Sayyidina Ali (Al-Imam Kholi Qosam) bin Sayyidina Alwi bin Sayyidina (Al-Imam) Muhammad (Shohib As-Shouma’ah) bin Sayyidina (Al-Imam) Alwi Alawiyyin (Shohib Saml) bin Sayyidina (Al-Imam) Ubaidillah (Shohibul Aradh) bin Sayyidina (Al-Imam Al-Muhajir) Ahmad bin Sayyidina Al-Imam Isa (Ar-Rumi) bin Sayyidina Al- Imam Muhammad An-Naqib bin Sayyidina Al-Imam Ali Al-Uraydhi bin Sayyidina Al-Imam Ja’far As-Shodiq bin Sayyidina Al-Imam Muhammad Al-Baqir bin Sayyidina (Al-Imam) Ali Zainal Abidin bin (Al-Imam As-Syahid Sayyidi Syabab Ahlil Jannah) Sayyidina AlHusein Rodiyallahu bin Sayyidah Fatihmah Az-Zahra binti Sayyidina Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam.

Habib Abdurahman bin Segaf bin Husen bin Abubakar bin Umar bin Saggaf Assagaf dilahirkan pada tahun 1309 H di Kampung Pekojan, Jakarta. Ibunya bernama Syarifah Ummu Hani binti Abdurahman Assegaf. Beliau termasuk ulama klasik yang hidup di zaman al-Habib Ali al-Habsyi Kwitang.

Habib Abdurrahman Sagaf Assagaf memulai studinya semasih kanak kanak dibawah bimbingan Sang Ayah, Habib Sagaf bin Husen Assagaf yang mahir dalam bahasa Arab selama beberapa tahun sampai ia mampu memahami kitab-kitab Arab klasik. Setelah usianya 9 tahun, ia diberangkatkan ke kota Sewun Hadramut – Yaman untuk meneruskan studinya. Guru-gurunya di Hadramut di antaranya adalah syiekh Muhammad bin Muhammad Bakstir, seorang ulama ternama di kota Sewun pada zamannya. Hb Ahmad bin Abdurhaman Assagaf (ayahnya Hb Abdul Qadir Assaegaf-Jeddah), Hb Muhammad bin Hadi Assegaf dan masih banyak lagi ulama tidak bisa disebut satu persatu secara rinci. Setelah sampai pada usia dewasa kurang lebih 22 tahun ia kembali ke Jakarta.

Setibanya di Jakarta ia ditunjuk sebagai nadhir dan guru di Madrasah Jamiat Khair – Jakarta, dalam masa waktu kurang lebih 18 tahun dia mengembangkan ajaran-ajaran Islam di madrasah tersebut. Pada tahun 1349 Hijriyah atau bertepatan dengan tahun 1930 Masehi, beliau dipilih oleh pemerintah setempat untuk memangku jabatan sebagai Qhadi di Jakarta dan penulis wakalah syar’iyyah selama kurang lebih 20 tahun

Setelah lama memangku jabatan sebagai ghadi, pada tahun 1369 H (1950 M) ia mengundurkan diri dari jabatan tersebut karena usia yang sudah udzur.  Pada tanggal 27 Rabi’ul Awal 1390 Hijriyah bertepatan dengan 6 Juni 1970 Masehi Habib Abdurrahman Assagaf wafat dalam usia 81 tahun. Dia dimakamkan di pemakaman wakaf syeikh Naum di Tanah Abang yang makamnya berdekatan dengan makqam Habib Usman bin Yahya. Sayangnya, kemudian pemakaman ini diambil-alih oleh pemerintah dan dibongkar tanpa sepengetahuan ahli waris.

Di samping tugas beliau sebagi ghadi, pengajar, penulis wakalah syariyah dan segala bentuk kegiatan yang bermangfaat bagi agama, beliau pula seorang pujangga besar dan penulis unggul. Dua judul kitab yang telah dikarangnya sampai sekarang masih dipelajari di pasantren pasantren yang beraliran Alhussunnah Wal jamaah di seluruh Indonesia. Kitab yang ditulis Habib Abdurrahman bin Sagaf Assagaf di antaranya Ad-Durus Al-Fiqhiyyah yang terdiri dari 4 jilid, dan Al-Aqaid Ad-diniyyah juga terdiri dari 4 jilid.

Kitab kitab Fiqih dan Aqidah karya Habib Abdurrahman Sagaf Assegaf tersebut ditulis oleh beliau disaat memangku jabatan sebagai nadhir dan pengajar di madrasah Jam’iyat Al-Khair – Pekojan dan Tanah Abang. Buku buku beliau diterbitkan pertama kali oleh penerbit Bin Afif Surabaya yang kemudian diambil alih hak ciptanya oleh penerbit Bin Nabhan Surabaya dan dicetak ulang pada tanggal 1 Jumad tsani 1373H bertepatan tanggal 5 Febuari 1952. Semua kitab kitab beliau dalam bahasa Arab sampai saat ini masih beredar dan dicetak dengan kertas Koran agar harganya bisa dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.

Jilid keempat pada Kitab pertama, Ad-Durus Al-Fiqhiyyah, kemudian diterjemahkan oleh cucu beliau yaitu Habib Hasan Husein Sagaf Assegaf, dan diberi judul “Fiqih Nabi”. Kitab ini disusun secara sistematis, rinci, dan lengkap dalam membahas tata cara beribadah, bermula dari Bab Thaharah, Bab Shalat, Bab Tajhiz Jenazah, Bab Zakat, Bab Puasa, sampai Bab Haji untuk dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan Jilid keempat pada Kitab kedua, AlAqaid Ad-diniyyah, diterjemahkan dan diberi judul “Akidah Menurut Ajaran Nabi”, edisi terjemah ini dilengkapi syarahan dari penerjemah.

Secara garis besar, buku Akidah Menurut Ajaran Nabi, memuat pokokpokok bahasan tentang kewajiban setiap mukallaf mengenal Allah dan rasulNya, uraian tentang sifat dua puluh, pembagian sifat dua puluh menjadi empat bagian: sifat nafsiyyah, salbiyyah, ma’ani dan ma’nawiyah, sifat wajib bagi rasul dan lawannya, iman kepada para nabi dan rasul, malaikat, kitab kitab samawi dan hari akhir, peristiwa khariq al-‘adah dan semua bahasan tentang sam’iyyat yang wajib diimani oleh setiap muslim, semuanya ini dibahas atau disyarah dalam bahasa Indonesia secara rinci menurut faham Ahlussunnah wal Jama’ah yang dipelopori oleh Abu Hasan Al-Asyari dan Abu Manshur al-Maturidi dan pengikut pengikut mereka.

Atas nama cucu pengarang, Habib Hasan bin Husein Segaf Assegaf berharap semoga buku yang berjudul “Akidah Menurut Ajaran Nabi” syarah kitab al-Aqaid ad-Diniyyah karya Habib Abdurahman bin saggaf Assagaf bisa membawa mangfaat dan keberkahan bagi kita dan insyallah dapat pula menyejukan hati dan menambah semangat kita dalam mengenal Allah dan Rasul-Nya. Amin

*Dikutip dari buku “Karya Intelektual dan Karya Sosial 27 Habib Berpengaruh Di Jakarta” yang diterbitkan oleh Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam Jakarta

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here