Warning: getimagesize(http://i.okezone.com/content/2011/02/02/339/420873/qZWJFPJTyC.jpg): failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 403 Forbidden in /home/islamicc/public_html/wp-content/plugins/wp-open-graph/output.class.php on line 306

ISU POLITIK : ‘WACANA’ RESHUFFLE

Isu terkait resuffle kabinet terbukti hanyalah wacana presiden. Hal ini didasari adanya penolakan hak angket mafia pajak yang dilakukan oleh koalisi partai gabungan, sehingga presiden menganggap perlu diadakan resuffle kabinet.

Sekretaris Departemen HAM Partai Demokrat Rachland Nashidik.

“Kami ingin secepatnya diadakan reshuffle kabinet untuk memastikan kebijakan publik berjalan dengan baik,” ujar Rachland, Senin (28/2/2011).

“Taruh dimana muka kita jika tidak terjadi reshuffle kabinet,” kata Ruhut.

“Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah kebanyakan dari sangkaan (supaya kamu tidak menyangka sangkaan yang dilarang), kerana sesungguhnya sebahagian dari sangkaan itu adalah dosa.”

(QS. Al-Hujuraat : 12)

Isu terkait resuffle kabinet terbukti hanyalah wacana presiden. Hal ini didasari adanya penolakan hak angket mafia pajak yang dilakukan oleh koalisi partai gabungan, sehingga presiden menganggap perlu diadakan resuffle kabinet. Sebenarnya evaluasi ini pun bukan hanya dipicu voting angket mafia pajak, tetapi juga dirasakan sebagai bentuk akumulasi kekecewaan presiden Yudhoyono selama kurang lebih 1,5 tahun terhadap kondisi koalisi beberapa partai politik pendukung pemerintah yang tergabung dalam Setgab (sekretariat gabungan) partai politik akumulasi.

Pernyataan keras Partai Demokrat yang akan memformat ulang koalisi tercermin dalam pernyataan wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Saan Mustafa. “Bukan bubar, tapi diformat ulang” kata Saan Mustafa.

Di luar konstelasi politik yang terjadi, publik tentu akan bertanya apa pentingnya dan apa manfaatnya perubahan koalisi dan reshuffle kabinet bagi mereka. Jangan sampai publik merasa reshuffle kabinet hanya sebagai manuver politik pemerintah SBY untuk menutup-nutupi kelemahannya. Publik akan bertanya, apakah reshuffle kabinet menjadi jaminan bahwa efektivitas pemerintahan koalisi ini akan lebih baik.

Apakah perombakan kabinet otomatis bisa memulihkan kepercayaan dan keyakinan rakyat kepada pemerintah? apalagi jika alasan utama reshuffle kabinet semata-mata karena kemarahan presiden.

Pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI) Andrinof Chaniago menilai rencana perubahan susunan (Reshuffle) kabinet lebih didasarkan pada alasan politis daripada evaluasi kinerja menteri.

“Saya melihat `reshuffle` karena alasan politis, ini sudah terlihat. Saya tidak melihat alasan `reshuffle` ini untuk menaikkan kinerja,” katanya.

Andrinof pun mengatakan, jika benar perubahan susunan kabinet didasarkan pada alasan politis, maka perubahan yang dilakukan pemerintah tidak akan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Masyarakat tentunya sudah mulai bosan dengan hiruk-pikuk perpolitikan saat ini. Pertarungan elit politik tidak mengubah kondisi saat ini. Masyarakat hanya menjadi penonton seraya berharap situasi akan berubah jika memang ada reshuffle.

“Buat masyarakat ini tidak ada untungnya, hanya melanjutkan kegaduhan politik saja. `Reshuffle` ini tidak akan ada manfaatnya untuk masyarakat kalau alasannya politis,” ujarnya.

Namun, pada kenyataannya, resuffle kabinet yang dilontarkan oleh presiden Susilo Bambang Yodhoyono beberapa waktu lalu hanyalah wacana. Di Istana negara, presiden meluruskan bahwa presiden tidak pernah menyatakan akan ada reshuffle kabinet pasca paripurna DPR hak angket pajak seperti yang diisukan belakangan ini.

“Yang dinyatakan Presiden saat itu, yaitu penataan kembali etika dan efektivitas koalisi. Sedangkan evaluasi terhadap kinerja menteri tidak terkait langsung dengan permasalahan koalisi partai,”jelas Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (9/3).

Mengenai penataan koalisi, lanjut Sudi, Presiden masih terusbekerja dan menjalin komunikasi dengan pimpinan partai koalisimaupun pihak lain. Setelah dilakukan penataan kembali atas etikadan efektivitas koalisi, diharapkan pemerintah akan lebih efektif lagi dalam menjalankan tugas-tugasnya.

“Wahai orang yang beriman! Jika datang kepada kamu seorang fasik membawa berita, maka selidikilah (untuk menentukan) kebenarannya, supaya kamu tidak menimpakan sesuatu kaum dengan perkara yang tidak diingini dengan sebab kejahilan kamu mengenainya sehingga menyebabkan kamu menyesali apa yang kamu telah lakukan.”

(QS. Al-Hujurat : 6)

“Sesungguhnya Alah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya dan menyuruh kamu apabila menetapkan hukum diantara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepada kamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. Hai orang-orang yang beriman taatilah Allah dan taatilah Rasul, dan ulil amri diantara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesesuatu maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al-Qur’an) dan Rasul (Sunnahnya)…”.

(QS. An-Nisa : 58-59)

*) dari berbagai sumber.

Jakarta Islamic Centre

Read Previous

Kekuatan Berjamaah

Read Next

Tsunami Menghantam Jepang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

fourteen − thirteen =