APA ITU WAHABI?

JIC,– SAYA sering menyebut, “Wahabi dalam konotasi negatif”, karena istilah Wahabi memang bisa dilihat dari makna denotatif dan konotatif.

Dalam makna denotatif, istilah Wahhabi atau Wahhabiyyah merujuk pada, orang-orang yang mengikuti aqidah, pemahaman dan metode dakwah Syaikh Muhammad bin ‘Abdil Wahhab rahimahullah. Makna semacam ini diakui, bahkan oleh mufti Saudi Arabia periode lalu, Syaikh Bin Baz.

Berdasarkan makna denotatif ini, jika seseorang mengikuti aqidah, pemahaman dan metode Syaikh MBAW, apalagi secara rutin mengkaji dan mengajarkan kitab-kitab semisal Al-Qawa’id Al-Arba’, Al-Ushul Ats-Tsalatsah, Kitab At-Tauhid, dan semisalnya, maka ia adalah Wahhabi.

Dan karena ia makna denotatif, maka ia tidak berisi pujian atau celaan, ia netral dan objektif sesuai fakta penisbatan.

Sedangkan dari sisi konotasi, dan biasanya bersifat negatif, Wahhabi menunjuk pada pengikut MBAW, yang dianggap suka mengkafirkan, suka membid’ahkan, dan lancang terhadap ulama, khususnya ulama empat madzhab.

Makna seperti inilah yang biasanya dipahami oleh orang-orang yang tidak senang dengan MBAW dan dakwah para pengikutnya. Yang tentu, kalangan Wahabi sendiri, tidak senang dengan panggilan semacam ini.

Namun, baik makna denotatif maupun konotatif (negatif) di atas, semuanya tetap menunjuk secara tepat, bahwa istilah ini nisbat pada Syaikh MBAW.

Apa Itu Wahabi?

Nah ada lagi pemaknaan lain terhadap istilah Wahabi, yang muncul dari sebagian peneliti Barat dan pembebeknya di Indonesia, bahwa yang dimaksud sebagai Wahhabi itu adalah semua kelompok muslim yang dianggap radikal, intoleran dan ekstrimis.

Jadi mau anda benar-benar pengikut MBAW, seperti kebanyakan kalangan salafi kontemporer, atau yang umumnya netral, seperti berbagai harakah Islam, macam IM, HT, dll.

 

Bahkan yang secara madzhab aqidah berselisih dengan MBAW, semacam FPI, NU GL, dan semisalnya, semuanya bisa divonis sebagai Wahhabi, jika anda tak mau menerima nilai-nilai Barat yang sebenarnya bertentangan dengan Islam.

Anda adalah Wahabi jika tidak moderat (versi Barat tentunya). Yang terakhir ini, dari sisi penisbatan cukup ngawur, tapi tetap diamini oleh orang-orang yang sedang bekerja untuk proyek liberalisasi dan westernisasi pemikiran. []

Sumber : Islampos.com

Jakarta Islamic Centre

Read Previous

PERANGI ISLAMOFOBIA, LELAKI TURKI INI KELILING EROPA KENALKAN ISLAM DENGAN BERSEPEDA

Read Next

BUDAYA TOLERANSI DARI MUHAMMADIYAH UNTUK DUNIA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ten − 6 =